IDM Berikan Inspirasi Liburan di Astindo Travel Fair 2026
InJourney Destination Management menghadirkan cerita berwisata yang bermakna pada forum Astindo Travel Fair 2026. Di event yang berlangsung di ICE BSD pada 5-8 Februari 2026 ini, IDM mengajak pengunjung untuk berwisata ke destinasi world heritage Candi Borobudur, Candi Prambanan, Keraton Ratu Boko, Ramayana Prambanan dan Taman Mini Indonesia Indah.
Astindo Travel Fair merupakan forum besar pariwisata dan destinasi wisata internasional yang mempertemukan langsung traveler dengan berbagai fasilitator di industri perjalanan.
Ajang ini diikuti oleh berbagai maskapai penerbangan, destinasi wisata, perhotelan, biro perjalanan, operator tur, cruise lines, penyedia transportasi, resort dan spa, travel gear dan apparel, badan promosi pariwisata, perusahaan asuransi, perbankan, hingga perwakilan pemerintah.
InJourney menghadirkan seamless journey sebagai inti dari penguatan ekosistem pariwisata nasional, di mana wisatawan dapat menikmati pengalaman perjalanan yang terintegrasi dan konsisten di setiap tahapan.
Direktur Komersial InJourney Veronica H. Sisilia mengatakan bahwa InJourney memastikan wisatawan bisa terkoneksi di semua lini, mulai dari perencanaan perjalanan, kedatangan di bandara, akses transportasi dan akomodasi, hingga menikmati destinasi dan event, seluruh touchpoint dirancang sebagai satu pengalaman pariwisata yang utuh dan berkesan, tanpa sekat antar entitas.
“Pendekatan ini memastikan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, dapat menikmati pengalaman perjalanan yang terintegrasi dan konsisten di setiap tahapan, mulai dari perencanaan perjalanan, kedatangan di bandara, akses transportasi dan akomodasi, hingga menikmati destinasi dan berbagai event,” jelasnya.
Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa mengatakan bahwa Astindo Travel Fair 2026 sebagai momentum penting untuk menjaga tren positif pertumbuhan pariwisata Indonesia sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan industri.
“Saya mengajak seluruh pelaku industri pariwisata untuk terus berkolaborasi. Fokus kita bukan semata pada angka kunjungan, tetapi pada pengalaman wisata yang bermakna, berkelanjutan, dan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat,” jelas Ni Luh Puspa saat membuka acara tersebut.
Wamenpar menyampaikan kinerja sektor pariwisata nasional sepanjang 2025 menunjukkan tren yang sangat positif. Pertumbuhan tersebut merupakan hasil sinergi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat dalam membangun pariwisata Indonesia yang semakin berkualitas dan berdaya saing.
Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tercatat sebesar 15,39 juta kunjungan atau tumbuh 10,80 persen dibandingkan tahun 2024. Sementara itu, pergerakan wisatawan nusantara mencapai 1,20 miliar perjalanan dengan pertumbuhan sebesar 17,55 persen.
“Capaian yang diraih memperlihatkan hasil kolaborasi yang baik dari seluruh pemangku kepentingan sektor pariwisata,” ujar Wamenpar Ni Luh Puspa.
