Waisak di Borobudur, Hadirkan Pengalaman Spiritual Penuh Makna
Waisak di Borobudur menjadi momen perayaan yang banyak dinanti setiap tahunnya, tidak hanya oleh umat Buddha tetapi masyarakat umum. Perayaan ini menarik perhatian wisatawan domestik hingga internasional. Hingga saat ini, malam pelepasan lampion, atau penerbangan lentera perdamaian adalah momen yang paling dinantikan dalam rangkaian perayaan ini. Namun, tahukah kamu bahwa perayaan Waisak di Borobudur juga menghadirkan berbagai pengalaman lainnya?
Yup, kamu bisa menikmati meriahnya pasar rakyat, berbagai tampilan budaya, hingga meditasi berjalan di atas candi saat Sunrise Pradaksina. Simak informasi selengkapnya.
Dimulai dengan Perjalanan Suci Biksu
Rangkaian perayaan Waisak di Borobudur dimulai dengan perjalanan biksu atau yang dikenal sebagai Indonesia Walk For Peace (IWFP). Ada yang berbeda dalam ritual perjalanan biksu di tahun 2026. Pada perayaan Waisak 2570 BE/2026, perjalanan kaki para biksu dari berbagai negara di Asia Tenggara ini tidak dimulai dari Jakarta, seperti pada tahun-tahun sebelumnya, melainkan dari Bali dan berakhir di Borobudur.
Jarak perjalanan biksu dari Bali ke Candi Borobudur diperkirakan mencapai 666 km, dimulai dari Brahmavihara-Arama, Buleleng, Bali pada 9 Mei 2026. Selama perjalanan berlangsung, masyarakat dari berbagai daerah diperkenankan untuk menyambut para biksu melalui kirab budaya, doa bersama, hingga kegiatan sosial.
Salah satu makna yang bisa dipetik dari perjalanan biksu ini adalah kesederhanaan hidup. Hal ini terlihat dari para biksu yang hanya membawa perlengkapan seperlunya selama perjalanan. Ritual ini juga mengajarkan kesabaran, kerukunan, dan ketahanan mental, serta melambangkan perjalanan manusia dalam mencari kedamaian dan kebijaksanaan.
Para Bhikkhu akan tiba pada tanggal 28 Mei 2026 di area Candi Borobudur, dan prosesi penyambutan diselenggarakan pada 30 Mei 2026 pukul 08:00 pagi.
Prosesi Seremonial Waisak yang Sakral
Rangkaian upacara pada hari raya Trisuci Waisak, dimulai dari San Bu Yi Bai pada pukul 03:30. Dilanjutkan dengan Kirab Parade Budaya menuju Candi Borobudur pada pukul 12:00.
Doa-doa dan meditasi detik-detik Waisak tahun 2026 dilaksanakan pada pukul 15:44 WIB, dilanjutkan dengan doa dan pradaksina hingga menjelang Pelepasan Lentera Perdamaian sesi I pada pukul 18:00.
Dharmasanti atau seremonial waisak 2570 BE tahun 2026 akan dimulai pukul 19:30 hingga menjelang pelepasan lentera perdamaian sesi II.
Kedamaian dalam Pelepasan Lampion
Satu momen yang ditunggu masyarakat luas dalam rangkaian perayaan Waisak di Borobudur adalah Malam Lampion atau Pelepasan Lentera Perdamaian. Malam penuh doa dan pengharapan untuk dunia yang lebih damai ini, hadir dalam suasana yang tenang dan magis saat ribuan lampion mulai beterbangan.
Namun perayaan ini bukan sekadar momen menerbangkan lampion ke langit, namun memiliki makna spiritual yang mendalam pada setiap cahaya yang beterbangan. Dalam ajaran Buddha, cahaya tersebut melambangkan penerangan terhadap kegelapan batin manusia dari sifat keserakahan, kebodohan, dan kemarahan.
Saat ini, penerbangan lentera menjadi magnet yang menarik wisatawan lokal maupun mancanegara untuk mengunjungi Candi Borobudur dan hadir dalam dua sesi yaitu pukul 18.00 WIB dan 22.00 WIB
Tenang saja, momen pelepasan lentera ini tidak hanya dapat diikuti oleh peserta yang menerbangkannya secara langsung. Kamu juga bisa menontonnya dari dekat atau dari area tribun untuk visual yang lebih baik.
Kehangatan dalam Sunrise Pradaksina dan Meditasi
Tidak berakhir di Penerbangan Lampion, jelang matahari terbit pada 1 Juni 2026, pengunjung dapat memulai hari dengan mengikuti rangkaian Maha Kuthagara Pradaksina di atas Candi Borobudur.
Perjalanan ini terinspirasi dari kisah Sudhana dalam mencari pencerahan dengan mengitari mandala bangunan Vairocanavyuhalamkaragarbha Kutagara (kediaman bagi yang damai).
Dalam Sunrise Pradaksina, peserta akan diajak mengelilingi Candi Borobudur dengan berjalan kaki searah jarum jam ketika matahari terbit. Kemudian, dilanjutkan dengan meditasi, singing bowl, dan chanting bersama. Hal ini bertujuan untuk membebaskan diri dari konflik batin, menuju ketenangan dan kedamaian.
Keramaian Pasar Medang Waisak
Untuk mendukung pengunjung yang mengikuti berbagai rangkaian acara Waisak di Borobudur, terdapat area pasar rakyat di Pasar Medang Borobudur. Di Pasar Medang, terdapat berbagai sajian kuliner baik dari pedagang Kampung Seni Borobudur hingga UMKM di sekitar area Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Selain itu, pengunjung juga bisa menikmati pertunjukkan budaya, serta berbagai buah tangan hasil karya pedagang di Borobudur. Pasar Medang akan beroperasi mulai tanggal 29–30 Mei 2026 di Area Candi Borobudur.
Bakti Sosial Taman Lumbini
Sebagai bentuk welas asih dalam bagian perjalanan menuju trihari suci Waisak, maka dilakukan berbagai kegiatan Bakti Sosial di area Taman Lumbini Candi Borobudur pada 24 hingga 25 Mei 2026.
Kalau kamu ingin merasakan langsung sakralnya Waisak di Borobudur, mulai dari megahnya prosesi hingga momen ribuan lampion yang dilepaskan menerangi langit malam, momen ini bisa menjadi kesempatan yang sayang untuk dilewatkan.
Tidak hanya menghadirkan pemandangan yang indah, perayaan Waisak di Borobudur juga menawarkan pengalaman yang sulit tergantikan lewat foto maupun video saja. Oleh karena itu, jika kamu ingin menjadi bagian dari perayaan Waisak paling ikonik di Indonesia dan merasakan atmosfernya secara langsung, amankan tempatmu melalui tiket Waisak Borobudur sekarang juga!
Baca juga: Waisak Borobudur 2026 bersama InJourney: Jadwal, Tiket, dan Informasi Acara
