download
Decoration

InJourney Hospitality House Perkuat Kualitas SDM Pariwisata di Sekitar Candi Prambanan

InJourney Destination Management (IDM) melalui program InJourney Hospitality House (IHH) menyelenggarakan pelatihan keramahtamahan bagi 60 peserta yang terdiri dari pelaku wisata dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Tlogo, Desa Kokosan, dan Desa Bugisan, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. 

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari pada 23–25 Juni 2026 ini menjadi bagian dari komitmen IDM dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) pendukung pariwisata di kawasan Candi Prambanan yang terletak di dua wilayah provinsi, yaitu provinsi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Pgs Corporate Secretary Group Head IDM Bayu Arsan menyampaikan bahwa pelaksanaan IHH merupakan bagian dari upaya IDM dalam menjalankan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) secara tepat, terukur, dan terarah dengan melibatkan masyarakat sekitar destinasi.

“Program ini merupakan upaya keberlanjutan untuk memperkenalkan dan memperkuat standar keramahtamahan bagi pelaku wisata di sekitar destinasi kami. Melalui program ini, kami ingin membangun budaya pelayanan yang ramah, profesional, dan berkesan bagi setiap wisatawan yang datang berkunjung ke kawasan,” ujar Bayu Arsan.

Pelatihan IHH menghadirkan sejumlah materi pengembangan kapasitas, mulai dari pemahaman hospitality, berlatih bahasa Inggris sederhana, sustainability, hingga penggalian potensi lokal yang dapat dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Melalui program ini, peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya pelayanan yang ramah, profesional, serta mampu menciptakan pengalaman wisata yang berkesan bagi pengunjung.

IDM mendukung pengembangan kapasitas masyarakat di sekitar destinasi. Hal ini menjadi aspek penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan. Terlebih dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan Prambanan, masyarakat sekitar perlu memiliki kemampuan untuk menangkap peluang ekonomi yang muncul dari aktivitas pariwisata.

“Dibukanya akses Tol Prambanan, kita bisa melihat betapa besarnya potensi kunjungan yang datang ke Prambanan. Hal ini menjadi peluang besar yang sangat disayangkan apabila kita tidak mampu melakukan penetrasi peluang ini. Kita harus mampu mendorong pengunjung menjadi pelanggan yang membeli dan berbelanja produk masyarakat sekitar,” jelasnya.

Kapokja Destinasi Bidang Pariwisata Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Klaten Sumarsono mengapresiasi penyelenggaraan program IHH sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pariwisata daerah. Menurutnya, keberhasilan pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada potensi destinasi, tetapi juga keterlibatan masyarakat sebagai subjek sekaligus penerima manfaat dari kegiatan pariwisata.

“Keterlibatan seluruh masyarakat menjadi hal yang penting, baik sebagai subjek maupun penerima manfaat. Keberhasilan jangka panjang memerlukan proses dan koordinasi untuk mewujudkan masyarakat sadar wisata, yaitu masyarakat yang memahami dan mengaktualisasikan nilai-nilai yang terkandung dalam Sapta Pesona,” ungkap Sumarsono.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas SDM ini menjadi kunci agar pariwisata Kabupaten Klaten mampu bersaing di tingkat nasional maupun global. 

“Selain potensi alam yang kita miliki, sangat perlu untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sehingga kita mampu menghadirkan pariwisata yang kompetitif di pasar nasional dan global. Kami mengucapkan terima kasih kepada IDM yang senantiasa memberikan perhatian penuh kepada pariwisata di Kabupaten Klaten,” ujarnya.

Camat Prambanan Rasidi turut menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program IHH. Ia menilai Kecamatan Prambanan memiliki potensi pariwisata yang besar sehingga membutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk terus berkembang.

“Pariwisata di Kecamatan Prambanan sangat luar biasa. Kita harus bersama-sama membersamai dan meningkatkan pariwisata di wilayah ini. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti pelatihan IHH dengan baik sehingga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat,” kata Raisidi.

Salah satu peserta IHH, Tiara, yang merupakan pelaku usaha kerajinan batik ecoprint dan mengelola bimbingan belajar bahasa Inggris menyampaikan bahwa pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang relevan bagi pengembangan usahanya. Ia menilai materi hospitality memberikan pemahaman bahwa hal sederhana seperti senyuman dapat memberikan dampak besar terhadap pengalaman wisatawan. 

“Kita hanya tersenyum saja itu sudah berpengaruh kepada tamu. Ketika bertemu tamu, kita tersenyum, tamu juga akan ikut tersenyum. Apalagi kita sudah mengetahui cara yang lebih baik, seperti bercerita dan menunjukkan keramahtamahan, itu sangat penting,” jelasnya.

Tiara juga mengapresiasi materi mengenai teknik bercerita, bahasa tubuh, dan bahasa Inggris yang dinilai dapat membantu pelaku usaha dalam berinteraksi dengan wisatawan. 

“Berlatih cara bercerita menjadi salah satu hal yang menarik wisatawan. Cara kita menyampaikan, cara membawa diri, gestur, bahasa tubuh, termasuk belajar bahasa asing seperti bahasa Inggris, itu sangat menarik,” ujarnya.

Sementara itu, Sustainability Division Head IDM Ismiyati berharap bahwa pelatihan IHH tidak berhenti pada kegiatan tatap muka, tetapi akan dilanjutkan melalui komunikasi dan kolaborasi antarpartisipan. 

“Kami berharap pelatihan ini menjadi awal yang baik. Kami sudah membentuk grup sebagai wadah komunikasi dan sangat terbuka untuk terus berdiskusi. Di dalamnya juga terdapat para trainer yang dapat mendukung proses pembelajaran lanjutan,” ujar Ismiyati.

Ismiyati juga menekankan pentingnya kolaborasi antarwilayah setelah peserta memahami potensi yang dimiliki masing-masing desa. 

“Dari sesi terakhir, peserta sudah mengetahui potensi-potensi di wilayah masing-masing. Kalau kita sudah memahami potensi, kita akan memahami apa yang bisa kita lakukan bersama,” tambahnya.

Melalui penyelenggaraan InJourney Hospitality House, IDM berharap masyarakat sekitar kawasan Prambanan tidak hanya menjadi bagian dari perkembangan pariwisata, tetapi juga mampu menjadi penggerak utama dalam menciptakan pengalaman wisata yang aman, nyaman, ramah, dan berkelanjutan.