HUT Ke-46 PT TWC: Dari Kita, Untuk Kita, Bagi Negeri, Mewujudkan Hunian Layak dan Harapan Baru bagi Masyarakat Borobudur
Mukodin dan Hariyanto akhirnya dapat menikmati hari-hari tua mereka dengan rasa tenang di rumah yang berdiri kokoh dan layak huni. Bagi dua warga Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang tersebut, rumah bukan lagi sekadar tempat berteduh, melainkan ruang yang menghadirkan rasa aman, harapan, serta semangat baru untuk menjalani kehidupan bersama keluarga.
Perubahan itu terwujud melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) yang memberikan bantuan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat di sekitar kawasan destinasi.
Program ini mengarah kepada dua warga Desa Borobudur yang selama ini bekerja sebagai buruh, yakni Mukodin, warga Dusun Ngaran 1, serta Hariyanto, warga Dusun Bogowanti Kidul.
Sebelum memperoleh bantuan, Mukodin harus menjalani hari-harinya di rumah semi permanen yang kondisinya jauh dari kata layak. Atap rumah kerap bocor saat hujan turun, dinding yang terbuat dari anyaman bambu (gedheg) yang telah rapuh dimakan usia, sementara lantainya masih berupa tanah.
Bahkan, sebagian bangunan roboh akibat diterpa hujan deras dan angin kencang karena konstruksi rumah yang sudah tidak lagi mampu menopang beban. Kondisi tersebut menghadirkan kekhawatiran akan keselamatan keluarganya setiap kali musim penghujan tiba.
Melalui bantuan dari PT TWC, rumah Mukodin kini dibangun kembali menjadi hunian permanen yang lebih kokoh, sehat, aman, serta memenuhi standar rumah layak huni. Perubahan tersebut tidak hanya memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi keluarga.
“Tidak pernah mengira dapat bantuan ini. Kalau ditanya senang, tentu sangat senang. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu, khususnya PT TWC dan Pemerintah Kabupaten Magelang,” ungkapnya penuh haru.
Kisah serupa juga dialami Hariyanto. Ia sebelumnya menempati rumah non permanen yang mengalami kerusakan berat. Bangunan rumah dalam kondisi miring dan nyaris roboh, masih berlantai tanah, serta belum dilengkapi fasilitas kamar mandi yang memadai.
Melalui bantuan pembangunan rumah, Hariyanto kini dapat tinggal di hunian yang lebih nyaman, sehat, dan aman, sehingga keluarganya memiliki tempat tinggal yang lebih layak untuk menjalani kehidupan sehari-hari.
Program bantuan rumah layak huni tersebut diresmikan pada Selasa (14/7/2026) di kediaman Mukodin di Dusun Ngaran 1, Desa Borobudur. Peresmian menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-46 PT TWC sekaligus merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di kawasan Borobudur.
Mewakili Bupati Magelang, Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, David Rudiyanto, menyampaikan apresiasi atas konsistensi PT TWC dalam menghadirkan program-program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Menurutnya, penyediaan rumah layak huni merupakan kebutuhan dasar yang memiliki pengaruh besar terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.
“Program ini merupakan wujud nyata kepedulian PT TWC dalam mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui penyediaan hunian yang layak, aman, dan sehat. Pemerintah Kabupaten Magelang menyampaikan apresiasi atas kontribusi tersebut,” ujar David.
Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Magelang bersama jajaran PT TWC turut menandatangani prasasti sebagai simbol diresmikannya program bantuan rumah layak huni. Prosesi tersebut menjadi penanda komitmen bersama antara pemerintah daerah dan dunia usaha dalam memperluas kolaborasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga rumah yang telah dibangun ini menjadi tempat yang menghadirkan kebahagiaan, kesehatan, rasa aman, dan semangat baru bagi keluarga penerima manfaat. Kami juga berharap semakin banyak pihak yang turut berpartisipasi melalui program-program sosial yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat,” jelas David.
David juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam mengatasi persoalan rumah tidak layak huni di Kabupaten Magelang. Ia berharap pemerintah desa bersama pendamping desa terus memperbarui data rumah tidak layak huni sebagai dasar penyusunan prioritas penanganan. Berdasarkan data yang ada, Kecamatan Borobudur masih memiliki sekitar 1.000 rumah tidak layak huni yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
Direktur PT Taman Wisata Borobudur (TWB) Mardijono Nugroho menegaskan bahwa program rumah layak huni merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan keberadaan destinasi wisata tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui sektor pariwisata, tetapi juga menghadirkan dampak sosial yang nyata bagi masyarakat di sekitarnya.
Menurutnya, sebagai pengelola destinasi wisata prioritas nasional sekaligus kawasan warisan budaya dunia, PT TWC memiliki tanggung jawab untuk tumbuh bersama masyarakat. Oleh karena itu, setiap program yang dijalankan perusahaan diarahkan agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan kawasan secara berkelanjutan.
“Kami berkomitmen memberikan dampak positif bagi kawasan. Borobudur bukan hanya milik Desa Borobudur, tetapi merupakan kawasan strategis yang mencakup Kabupaten Magelang. Karena itu, manfaat yang dihadirkan perusahaan juga harus dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujarnya.
Melalui kolaborasi yang terus diperkuat antara PT TWC, Pemerintah Kabupaten Magelang, pemerintah desa, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya, upaya percepatan pengurangan kemiskinan ekstrem dan penanganan rumah tidak layak huni di kawasan Borobudur diharapkan dapat terus berjalan secara berkelanjutan.
Program ini menjadi bukti bahwa pengembangan destinasi pariwisata tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat yang menjadi bagian tak terpisahkan dari ekosistem Borobudur.
