download
Decoration

Awali Rangkaian HUT Ke-46, PT TWC Berziarah ke Makam Direktur Utama Pertama sebagai Pengingat Semangat Membangun Warisan bagi Negeri

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) mengawali rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 dengan melaksanakan ziarah ke makam Direktur Utama pertama PT TWC, Almarhum Boediardjo, di Makam Tingal Kulon, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Selasa (14/7). 

Kegiatan tersebut menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang perusahaan sekaligus penghormatan kepada sosok yang meletakkan fondasi pengelolaan kawasan Taman Wisata Candi hingga berkembang seperti saat ini.

Ziarah diikuti oleh jajaran Direksi PT TWC, Direksi PT Taman Wisata Borobudur (TWB), para Group Head, General Manager, serta perwakilan insan perusahaan. Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama dan tabur bunga sebagai simbol penghormatan atas jasa serta dedikasi Almarhum Boediardjo dalam membangun PT TWC sejak awal berdiri.

Pelaksanaan ziarah menjadi tradisi yang senantiasa dilakukan setiap menjelang peringatan hari jadi perusahaan. Di balik prosesi yang sederhana tersebut tersimpan makna mendalam, yakni mengingat kembali perjuangan para pendahulu sekaligus meneguhkan komitmen seluruh insan PT TWC untuk melanjutkan cita-cita membangun pengelolaan destinasi warisan budaya yang memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat dan bangsa.

Direktur Utama PT TWC Febrina Intan mengatakan bahwa ziarah bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan bentuk penghormatan kepada sosok yang telah meletakkan dasar perjalanan perusahaan hingga mampu tumbuh menjadi salah satu pengelola destinasi warisan budaya terkemuka di Indonesia.

“Ziarah ini merupakan tradisi yang setidaknya kami lakukan setiap tahun. Ini adalah bentuk penghargaan dan rasa hormat kami kepada Almarhum Boediardjo yang telah membangun PT TWC dari nol. Apa yang beliau rintis empat puluh enam tahun lalu menjadi fondasi bagi perjalanan perusahaan hingga berada pada titik yang kita capai hari ini. Tugas kita adalah meneruskan semangat, nilai, dan cita-cita beliau untuk terus menghadirkan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat dan negeri.”

Menurut Febrina, proses membangun PT TWC pada masa awal bukanlah perjalanan yang mudah. Berbagai tantangan harus dihadapi, mulai dari keterbatasan sumber daya hingga dinamika sosial di tengah masyarakat saat pengembangan kawasan Borobudur mulai dilakukan.

“Perjuangan beliau pada masa itu penuh tantangan. Perubahan yang dilakukan tidak selalu mudah diterima dan bahkan sempat menghadapi berbagai penolakan dari masyarakat. Namun dengan keteguhan, dialog, dan komitmen yang kuat, beliau mampu membangun fondasi pengelolaan kawasan Borobudur yang kemudian berkembang menjadi seperti sekarang.”

Ia menambahkan bahwa dalam waktu dua tahun ini, berbagai pembenahan berhasil dilakukan di kawasan Candi Borobudur, mulai dari penataan Zona I, Zona II, hingga Zona III. Upaya tersebut menjadi tonggak penting dalam menjaga kelestarian kawasan sekaligus membuka jalan bagi pengembangan destinasi secara berkelanjutan.

“Alhamdulillah, hasil dari fondasi yang dibangun itu dapat kita rasakan hingga hari ini. Kondisi kawasan Borobudur jauh lebih baik dibandingkan masa-masa awal pengelolaannya. Namun perjalanan kita belum selesai,” ujarnya.

Lebih lanjut, Febrina menegaskan bahwa tantangan PT TWC ke depan tidak hanya menjaga kelestarian warisan budaya dunia, tetapi juga memastikan keberadaan destinasi mampu menghadirkan dampak sosial dan ekonomi yang semakin besar bagi masyarakat di sekitarnya.

“Perjalanan kita masih sangat panjang. Kita ingin Borobudur tidak hanya dikenal sebagai sebuah candi atau destinasi wisata, tetapi menjadi pusat pertumbuhan yang mampu memberikan dampak ekonomi, sosial, budaya, dan kesejahteraan bagi masyarakat di sekitarnya. Inilah semangat yang terus kami lanjutkan dari cita-cita para pendiri perusahaan.”

Semangat tersebut sejalan dengan tema HUT ke-46 PT TWC, “Dari Kita, Untuk Kita, Bagi Negeri”, yang menjadi refleksi bahwa setiap keberhasilan perusahaan berawal dari dedikasi insan di dalam organisasi, tumbuh melalui kolaborasi, dan bermuara pada manfaat nyata bagi masyarakat serta kemajuan bangsa.

Dalam kesempatan yang sama, cucu Almarhum Boediardjo, Muhammad Reza, menyampaikan apresiasi atas konsistensi PT TWC yang terus menjaga tradisi mengenang jasa para pendiri perusahaan.

“Atas nama keluarga besar Boediardjo, kami mengucapkan selamat ulang tahun kepada PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko. Semoga PT TWC terus berkembang, semakin berjaya, dan senantiasa menjadi rumah bagi pelestarian budaya sekaligus kebanggaan pariwisata Indonesia.”

Menurut Reza, PT TWC memiliki makna yang sangat mendalam bagi keluarganya karena menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan hidup Almarhum Boediardjo.

“Bagi keluarga kami, PT TWC bukan sekadar sebuah institusi atau perusahaan. PT TWC adalah bagian dari perjalanan hidup Bapak Boediardjo, tempat beliau mengabdikan pikiran, tenaga, dan cita-citanya untuk membangun pengelolaan kawasan Borobudur. Karena itu, kami merasa sangat bersyukur kebersamaan dan hubungan baik ini terus terjalin hingga hari ini.”

Melalui kegiatan ziarah tersebut, PT TWC tidak hanya mengenang jasa para pendiri perusahaan, tetapi juga memperkuat komitmen seluruh insan perusahaan untuk melanjutkan estafet perjuangan dalam menjaga kelestarian warisan budaya dunia, membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan, serta menghadirkan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. 

Memasuki usia ke-46, PT TWC meyakini bahwa perjalanan perusahaan akan terus bertumbuh dengan berpegang pada nilai-nilai yang diwariskan para pendiri: dedikasi, keberanian melakukan perubahan, dan komitmen untuk selalu berkarya dari kita, untuk kita, bagi negeri.