Menteri Ketenagakerjaan RI Tinjau Program Pemagangan Nasional di PT TWC, Dorong Penguatan Kompetensi Generasi Muda
Menteri Ketenagakerjaan RI Yassierli bersama Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan RI Cris Kuntadi meninjau pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch 2 Angkatan II di PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), Sleman, Rabu (7/10/2026).
Direktur Operasi PT TWC Indung Purwita Jati didampingi oleh VP Corporate Secretary Destantiana Nurina dan PGS Senior Vice President Human Capital Galuh Indah menerima langsung kunjungan yang bertujuan untuk melihat pelaksanaan program pemagangan sekaligus memastikan peserta memperoleh pengalaman kerja yang relevan dengan kebutuhan dunia industri.
Dalam kunjungan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan RI berkesempatan melihat aktivitas peserta MagangHub yang berada di Kantor Pusat PT TWC. Dirinya mengajak peserta magang agar menggunakan kesempatan magang ini untuk belajar, meningkatkan kompetensi, mengembangkan kemampuan komunikasi, adaptasi, serta keterampilan interpersonal yang dibutuhkan dalam lingkungan kerja.
“Bagi para peserta, tentu ini bisa mengisi gap kompetensi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa bagi yang baru lulus kuliah, human skill-nya masih sangat terbatas. Selama enam bulan, ini menjadi kesempatan belajar yang luar biasa,” ujar Yassierli.
Menurut data Kementerian Ketenagakerjaan RI, dalam pelaksanaan angkatan pertama program Magang Hub ini menunjukkan sekitar 20–30 persen peserta mendapatkan tawaran untuk bekerja di tempat magangnya. Pengalaman selama masa pemagangan dinilai dapat membantu peserta memperkuat kompetensi, membangun kepercayaan diri, serta memahami ritme dan tuntutan pekerjaan secara langsung.
“Enam bulan itu mereka sudah punya the new person of you. Enam bulan mereka merasa sudah lebih jago, handal, kompeten, confident. Mereka kemudian bisa mencari peluang di tempat lain. Enam bulan ini mereka melakukan adjustment, percepatan, akselerasi,” ujar Yassierli.
PT TWC Berikan Ruang Belajar di Lingkungan Kerja Profesional
Direktur Operasi PT TWC Indung Purwita Jati mengatakan PT TWC memandang program pemagangan sebagai bagian dari proses pembelajaran bersama. Peserta tidak hanya mendapatkan pengalaman teknis sesuai bidang penempatan, tetapi juga belajar mengenai cara berkomunikasi, berkoordinasi, memahami budaya kerja, serta menjalankan proses bisnis dalam lingkungan perusahaan.
Dalam pelaksanaannya, peserta diperkenalkan dengan profil dan regulasi perusahaan, nilai-nilai organisasi, proses bisnis, hingga pekerjaan yang berkaitan dengan bidang penempatan masing-masing. Peserta juga diarahkan untuk memanfaatkan masa enam bulan pemagangan sebagai kesempatan mengembangkan kompetensi dan mempersiapkan diri mengikuti ujian kompetensi.
“Pendampingan kami berikan terkait arah pekerjaan, teknis, komunikasi, termasuk bagaimana bekerja di dunia kerja yang sebenarnya. Dari batch pertama, kandidat yang kami terima merupakan peserta dengan kualitas yang baik karena telah melalui proses asesmen,” jelas Indung Purwita Jati.
Program MagangHub di PT TWC telah berjalan selama dua tahun. Di tahun 2025, PT TWC menerima sebanyak 25 peserta di Batch I dan 25 peserta di Batch II. Lalu, di tahun 2026 ada sebanyak 41 peserta di Batch I dan 8 peserta di Batch II.
Peserta ditempatkan pada berbagai fungsi dan unit bisnis, antara lain Direktorat Utama, Direktorat Komersial, Direktorat Operasi, Direktorat Keuangan dan Manajemen Risiko, Unit Prambanan dan Ratu Boko, Unit Teater dan Pentas, serta PT Taman Wisata Borobudur.
Pengalaman Kerja Menjadi Jembatan dari Kampus ke Dunia Profesional
Bagi peserta, program pemagangan memberikan pengalaman yang berbeda dari proses pembelajaran di perguruan tinggi. Salah seorang peserta Magang Hub Nadya Fatkhey Jannah mengaku program tersebut membantunya memahami bagaimana pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah diterapkan dalam pengelolaan kawasan secara profesional.
Menurutnya, pengalaman di perusahaan juga memperkenalkannya pada aspek lain yang sebelumnya tidak banyak ditemui dalam lingkungan akademik, termasuk pengelolaan administrasi perusahaan yang terlihat sederhana namun memiliki tahapan dan konsekuensi yang penting bagi pengambilan keputusan perusahaan.
“Begitu masuk ke PT TWC, terutama di role saya sebagai Business Development Intern, saya jadi tahu bagaimana pengelolaan kawasan secara profesional dalam skala yang benar-benar sesuai aslinya. Apa yang saya pelajari di kuliah dengan apa yang saya kerjakan di PT TWC sangat relate,” jelas peserta yang ditempatkan di divisi Business Development tersebut.
Sementara itu, salah satu peserta magang yang ditempatkan di bidang marketing dan branding, Yuanita mengaku mendapatkan kesempatan menangani komunikasi digital untuk destinasi Keraton Ratu Boko. Ia mengaku memperoleh tantangan baru ketika harus mengembangkan komunikasi melalui TikTok yang memiliki karakteristik audiens berbeda dengan Instagram.
Pengalaman tersebut membuatnya belajar menyusun komunikasi strategis, memproduksi konten, memahami karakteristik platform digital, serta berkolaborasi dengan mentor dan rekan dari divisi lain dalam menyiapkan konsep kegiatan.
Membangun Talenta Muda yang Siap Memasuki Dunia Kerja
Bagi PT TWC, keterlibatan dalam Program Pemagangan Nasional merupakan bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja. Perusahaan memberikan ruang kepada peserta untuk belajar melalui pengalaman langsung dengan tetap mendapatkan arahan dan pendampingan dari mentor.
Program pemagangan ini diharapkan menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, adaptif, dan siap menjawab kebutuhan industri.
