Prancis dan Indonesia Perkuat Kerja Sama di Bidang Warisan Budaya, Tingkatkan Kualitas Borobudur dan Pengalaman Pengunjung
Centre des monuments nationaux (CMN), lembaga publik Prancis yang bergerak di bidang pelestarian, pengelolaan, dan promosi museum, memperkuat kemitraan dengan InJourney Destination Management (IDM) melalui kunjungan Presiden CMN Marie Lavandier ke Indonesia pada 18–24 Oktober 2026.
Kunjungan ini mempertemukan para ahli warisan budaya dari Prancis dan Indonesia untuk mengevaluasi dan melakukan asesmen kebutuhan situs dan menetapkan prioritas bagi inisiatif pengembangan museum.
Melalui kolaborasi ini, CMN dan IDM berupaya menyelaraskan keahlian dan perspektif kedua belah pihak guna memperkuat fungsi edukasi dan interpretasi warisan budaya sekaligus menghadirkan pengalaman kunjungan yang lebih menarik, bermakna, dan terintegrasi di salah satu situs warisan budaya terpenting Indonesia.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari Deklarasi Borobudur tentang Strategi Kebudayaan Bersama yang disepakati Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Emmanuel Macron pada 29 Mei 2025. Komitmen ini kemudian diperkuat melalui Dialog Strategis Kebudayaan Prancis–Indonesia pertama di Paris pada Juli 2025 serta pembentukan gugus tugas (task force) khusus yang melibatkan sejumlah lembaga kebudayaan terkemuka Prancis.
Penguatan kemitraan tersebut berlanjut pada 22 April 2026 melalui penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara CMN dan IDM di Paris, yang disaksikan oleh Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon dan Menteri Kebudayaan Prancis Catherine Pégard.
Memperkuat Kemitraan Strategis dalam Pelestarian Warisan Budaya
Berada di bawah naungan Kementerian Kebudayaan Prancis, CMN mengelola lebih dari 100 monumen bersejarah di berbagai wilayah Prancis, termasuk Arc de Triomphe, Panthéon, dan Sainte-Chapelle. Peran lembaga ini tidak hanya mencakup pelestarian monumen, tetapi juga penyebarluasan pengetahuan sejarah dan budaya, pelibatan masyarakat, serta pengembangan pengalaman pengunjung.
Melalui jaringan pengelolaannya, CMN memiliki keahlian dalam pengelolaan monumen bersejarah, interpretasi warisan budaya, penyelenggaraan program kebudayaan, dan perluasan akses masyarakat terhadap warisan sejarah.
Keahlian tersebut menjadi landasan penting bagi kolaborasi dengan IDM sebagai mitra Indonesia dalam pengembangan Museum Borobudur. Kemitraan ini memadukan pengalaman CMN dalam pengelolaan monumen dan penyampaian nilai warisan budaya kepada pengunjung dengan kompetensi IDM dalam pengelolaan destinasi warisan budaya dan pengembangan pengalaman wisata.
Sinergi tersebut diharapkan menghasilkan pendekatan pengembangan museum yang selaras dengan nilai penting Borobudur, kebutuhan pengunjung, serta karakteristik pariwisata di kawasan sekitarnya.
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, Marie Lavandier bersama delegasi CMN berkolaborasi dengan mitra Indonesia, termasuk IDM dan Indonesian Heritage Agency (IHA), untuk menelaah aspek budaya, operasional, dan pariwisata di kawasan Borobudur.
Kajian ini mencakup kondisi fasilitas pengunjung, sarana interpretasi dan pemaknaan warisan budaya, program kebudayaan, profil pengunjung, dinamika pariwisata, serta infrastruktur dan lingkungan operasional situs.
Hasil asesmen akan menjadi dasar penyusunan rekomendasi awal dan arah strategis pengembangan museum, termasuk penentuan konsep, konten, desain pengalaman pengunjung, serta integrasi museum dengan ekosistem budaya dan pariwisata yang lebih luas.
Kerja sama ini direncanakan berlanjut pada 2027 melalui kunjungan dan sesi kerja lanjutan untuk menyempurnakan program, mematangkan konsep museum, mengembangkan alur kunjungan dan perangkat interpretasi warisan budaya, serta mendukung tahap perancangan arsitektur.

Pengembangan Museum untuk Meningkatkan Kualitas Pengalaman Pengunjung
Bagi IDM, pengembangan Museum Borobudur merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas pengalaman dan kepuasan pengunjung di destinasi warisan budaya Indonesia.
Museum tidak hanya berfungsi sebagai ruang penyajian informasi sejarah dan budaya, tetapi juga menjadi bagian integral dari perjalanan wisata di Borobudur. Melalui pendekatan yang lebih menarik, mudah diakses, dan bermakna, museum diharapkan dapat membantu pengunjung memahami serta mengapresiasi nilai penting warisan budaya yang dimiliki situs tersebut.
Melalui kolaborasi ini, IDM berupaya memperkuat fungsi edukasi dan interpretasi Museum Borobudur, meningkatkan keterlibatan pengunjung, serta menciptakan keterhubungan yang lebih baik antara pengalaman di museum dan kunjungan ke kawasan candi.
Pengembangan tersebut juga diharapkan dapat memperkaya pilihan pengalaman budaya yang relevan dengan kebutuhan dan harapan wisatawan domestik maupun mancanegara.
Peningkatan kualitas konten, aksesibilitas, dan pengalaman berkunjung ke museum diharapkan mampu mendorong kepuasan pengunjung sekaligus memperkuat daya tarik Borobudur sebagai destinasi wisata budaya.
Lebih jauh, museum diharapkan menjadi sarana untuk memperdalam pemahaman pengunjung terhadap nilai historis, budaya, dan spiritual yang melekat pada Borobudur.
“Pendekatan kami dalam mengelola Borobudur dipandu oleh empat pilar utama: konservasi, spiritual, edukasi, dan pariwisata. Melalui pengembangan Museum Borobudur, kami bertujuan untuk menciptakan pengalaman pengunjung yang lebih menarik dan bermakna, di mana pengunjung tidak hanya sekadar mengagumi monumen tersebut, tetapi juga dapat menggali kisah-kisahnya serta memahami makna budaya dan spiritualnya. Kami percaya bahwa peningkatan pengalaman pengunjung harus sejalan dengan pelestarian warisan budaya Borobudur, guna memastikan bahwa pengembangan pariwisata tetap berkelanjutan dan bermakna bagi generasi mendatang,” ujar Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan.
Pengembangan Museum Borobudur mengedepankan pendekatan kolaboratif yang memadukan keahlian Prancis dengan pengetahuan, prioritas, dan kepemimpinan kelembagaan Indonesia. Kerja sama CMN, InJourney, dan IDM ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat pelestarian warisan budaya sekaligus mendorong pariwisata berkelanjutan yang mampu menghadirkan pengalaman berkualitas dan bermakna bagi pengunjung.Proyek ini akan menerapkan pendekatan kolaboratif, yang memadukan keahlian Prancis dengan pengetahuan, prioritas, dan kepemimpinan kelembagaan Indonesia. Hal ini mencerminkan komitmen bersama CMN, InJourney, dan IDM untuk memajukan pelestarian warisan budaya sejalan dengan pengembangan pariwisata berkelanjutan serta pengalaman wisata yang bermakna bagi para pengunjung.
Melalui kemitraan ini, Prancis dan Indonesia menegaskan kembali komitmen bersama mereka untuk melestarikan warisan budaya dan menjadikannya dapat diakses oleh generasi mendatang, sekaligus mendukung pengembangan Borobudur sebagai destinasi warisan budaya kelas dunia yang memadukan pelestarian budaya dengan peningkatan pengalaman pengunjung.
