Bagian-Bagian Kompleks Candi Prambanan dan Fungsinya
Candi Prambanan bukan hanya terdiri dari bangunan utama yang menjulang tinggi. Di dalam kompleks Candi Prambanan, terdapat berbagai bangunan pendamping, pelataran, arca, dan relief yang memiliki karakter serta peran masing-masing. Susunannya mencerminkan tata ruang yang terencana sekaligus nilai keagamaan Hindu yang melatarbelakangi pembangunannya.
Saat berkunjung, kamu mungkin lebih dahulu memperhatikan Candi Siwa yang berdiri megah di bagian tengah. Namun, jika diamati lebih jauh, ada banyak bagian lain yang tidak kalah menarik untuk dikenali. Mulai dari candi yang dipersembahkan kepada dewa-dewa Hindu hingga relief yang menceritakan kisah Ramayana, setiap bagian menghadirkan sisi berbeda dari warisan sejarah ini.
Yuk, kenali bagian-bagian kompleks Candi Prambanan berikut agar pengalaman menjelajahinya semakin bermakna!
Mengenal Bagian-Bagian Kompleks Candi Prambanan
Secara umum, kompleks Candi Prambanan memiliki susunan pelataran dan bangunan yang saling berkaitan. Bagian-bagiannya meliputi zona luar, zona tengah, dan zona dalam, serta sejumlah candi dengan fungsi dan kedudukan berbeda. Berikut masing-masing penjelasan pelataran Candi Prambanan:
1. Pelataran Luar
Pelataran luar merupakan bagian terluar dari kompleks candi. Area ini dahulu dibatasi oleh pagar yang mengelilingi kawasan berbentuk persegi. Namun, sebagian besar struktur pembatasnya kini sudah tidak utuh.
Fungsi asli pelataran luar belum diketahui secara pasti. Area ini diduga digunakan untuk kegiatan pendukung di sekitar kawasan suci, tetapi penafsiran tersebut masih perlu mempertimbangkan bukti arkeologis yang tersedia.
Meski tidak banyak bangunan utuh yang tersisa, pelataran luar tetap menjadi bagian penting untuk memahami luas dan tata ruang kompleks Prambanan pada masa lampau.
2. Pelataran Tengah
Beranjak ke bagian dalam, terdapat pelataran tengah yang dahulu dipenuhi candi perwara. Candi-candi berukuran lebih kecil ini tersusun dalam beberapa barisan yang mengelilingi halaman utama.
Dalam rancangan awalnya, terdapat 224 candi perwara. Sebagian besar bangunan tersebut kini berupa reruntuhan atau tumpukan batu yang belum seluruhnya dipugar.
Susunan candi perwara memperlihatkan keteraturan arsitektur kompleks Prambanan. Barisan bangunan yang berulang juga menjadi petunjuk bahwa kawasan ini dirancang sebagai satu kesatuan, bukan sekadar kumpulan candi yang berdiri sendiri.
3. Pelataran Dalam
Pelataran dalam merupakan zona paling suci dalam tata ruang kompleks Candi Prambanan. Area ini ditinggikan dan menjadi tempat berdirinya candi-candi utama beserta sejumlah bangunan pendamping.
Di sinilah kamu dapat melihat tiga candi yang dipersembahkan kepada Trimurti, yaitu Siwa, Wisnu, dan Brahma. Selain itu, terdapat candi wahana, candi apit, candi kelir, serta candi patok yang melengkapi susunan halaman utama.
Pembagian pelataran ini menunjukkan adanya hierarki ruang dalam tradisi arsitektur Hindu. Pelataran dalam memiliki kedudukan paling penting karena menjadi pusat pemujaan dalam kompleks tersebut.
Baca juga: Dari Malioboro ke Prambanan Naik Apa? Ini Hacks Biar Murah!
Candi yang Ada di Kompleks Prambanan
Kawasan Taman Wisata Candi Prambanan tidak hanya memiliki Candi Prambanan sebagai bangunan utama. Di kawasan ini, kamu juga bisa menemukan Candi Sewu, Candi Lumbung, dan Candi Bubrah. Masing-masing memiliki karakteristik arsitektur dan nilai sejarah yang menarik untuk dikenali. Simak penjelasannya berikut:
1. Candi Prambanan
Candi Prambanan merupakan kompleks percandian Hindu yang didedikasikan untuk Trimurti, yaitu Dewa Brahma sebagai pencipta, Dewa Wisnu sebagai pemelihara, dan Dewa Siwa sebagai pemusnah. Di antara ketiganya, Candi Siwa menjadi bangunan utama dengan ukuran paling besar dan menjulang tinggi di tengah kompleks.
Selain arsitekturnya yang megah, Candi Prambanan juga dikenal melalui relief yang mengisahkan cerita Ramayana. Relief tersebut menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung yang ingin mengenal lebih jauh seni, kepercayaan, dan kebudayaan pada masa pembangunan candi.
2. Candi Sewu
Candi Sewu merupakan kompleks percandian Buddha yang berada di kawasan Taman Wisata Candi Prambanan, tidak jauh dari kompleks utama Candi Prambanan. Nama Sewu berarti seribu dalam bahasa Jawa, tetapi jumlah bangunan candi di kompleks ini tidak mencapai seribu.
Candi Sewu memiliki candi utama yang dikelilingi oleh sejumlah candi perwara. Susunan bangunannya mencerminkan tata ruang kompleks keagamaan Buddha pada masa lampau. Keberadaannya juga memperlihatkan bahwa kawasan Prambanan menyimpan peninggalan dari tradisi Hindu dan Buddha.
3. Candi Lumbung
Candi Lumbung juga merupakan candi bercorak Buddha yang berada di kawasan Taman Wisata Candi Prambanan. Kompleks ini memiliki satu candi utama yang dikelilingi candi-candi perwara. Bentuk dan susunan bangunannya memberikan gambaran tentang perkembangan arsitektur serta kehidupan keagamaan pada masa lalu.
Lokasinya yang berada di kawasan yang sama membuat Candi Lumbung dapat menjadi bagian dari perjalanan menjelajahi peninggalan sejarah di sekitar Prambanan. Saat berkunjung, kamu bisa mengamati susunan bangunan dan detail arsitekturnya untuk melihat perbedaan dengan kompleks candi lainnya.
4. Candi Bubrah
Candi Bubrah merupakan candi bercorak Buddha yang terletak di antara kawasan Candi Prambanan dan Candi Sewu. Nama bubrah dalam bahasa Jawa berarti rusak atau berantakan, yang berkaitan dengan kondisi candi ketika ditemukan. Meski demikian, bangunan ini telah melalui upaya pemugaran agar bentuknya dapat dikenali kembali.
Dibandingkan dengan kompleks Candi Sewu, Candi Bubrah memiliki skala yang lebih kecil. Keberadaannya tetap penting sebagai bagian dari rangkaian peninggalan bercorak Buddha di kawasan Prambanan dan menambah gambaran tentang keragaman warisan budaya di wilayah tersebut.
Baca juga: Cerita Rakyat Candi Prambanan, Legenda Roro Jonggrang yang Abadi
Menjelajahi Bagian-Bagian Candi Prambanan Melalui Kelana Prambanan
Setiap candi di kompleks Prambanan menyimpan karakteristik dan cerita yang berbeda. Mulai dari kemegahan Candi Prambanan hingga Candi Sewu, Candi Bubrah, dan Candi Lumbung yang bercorak Buddha, semuanya memperlihatkan kekayaan warisan budaya yang tumbuh di kawasan ini.
Untuk mengenal keempat candi tersebut lebih dekat, kamu bisa mengikuti Kelana Prambanan dari InJourney Destination Management. Pengalaman ini mengajakmu menjelajahi Candi Prambanan, Candi Sewu, Candi Bubrah, dan Candi Lumbung dengan didampingi pemandu wisata profesional. Perjalanan juga didukung kendaraan listrik (electric vehicle/EV), sehingga kamu bisa berpindah antarlokasi dengan lebih nyaman sembari menyimak kisah sejarah, legenda, dan keunikan arsitektur setiap candi.
Kelana Prambanan dapat menjadi pilihan bagi kamu yang ingin memahami kawasan ini lebih dari sekadar mengagumi bangunannya. Informasi lengkap mengenai pengalaman dan pemesanan tiket bisa kamu temukan melalui halaman Kelana Prambanan. Dengan begitu, kunjunganmu dapat menjadi kesempatan untuk mengenal lebih jauh warisan sejarah dan budaya yang tersimpan di kawasan Prambanan.
Baca juga: Nggak Bakal Bosen, Ini Berbagai Aktivitas di Candi Prambanan
