Arca Durga Prambanan, Benarkan Ini Sosok Roro Jonggrang?
Daftar Isi:
- Siapa Sosok yang Digambarkan Arca Durga Prambanan?
- Mengapa Arca Durga Prambanan Disebut Roro Jonggrang?
- Ciri-Ciri Arca Durga Mahisasuramardini
- 1. Digambarkan sebagai Dewi Bertangan Banyak
- 2. Berdiri di Atas Mahisa
- 3. Memiliki Atribut dan Perhiasan
- Makna Arca Durga dalam Kepercayaan Hindu
- Menjelajahi Warisan Budaya Candi Prambanan
Candi Prambanan menyimpan beragam peninggalan bersejarah, salah satunya arca Durga Prambanan yang berada di Candi Siwa. Arca ini menggambarkan Dewi Durga Mahisasuramardini, sosok dalam kepercayaan Hindu yang dikenal karena keberhasilannya mengalahkan Mahisasura.
Masyarakat juga mengaitkan arca ini dengan Roro Jonggrang dalam cerita rakyat Candi Prambanan. Lantas, apa makna arca Durga dan bagaimana kaitannya dengan kisah Roro Jonggrang? Yuk, simak penjelasannya dalam artikel ini!
Siapa Sosok yang Digambarkan Arca Durga Prambanan?
Arca Durga Prambanan merupakan penggambaran Dewi Durga Mahisasuramardini, salah satu wujud Dewi Durga dalam tradisi Hindu. Nama Mahisasuramardini merujuk pada sosok yang mengalahkan Mahisasura, asura atau makhluk yang digambarkan sebagai musuh para dewa dan berkaitan dengan wujud kerbau.
Arca ini berada di relung utara Candi Siwa, salah satu dari tiga candi utama di kompleks Prambanan. Dalam susunan arsitektur candi Hindu, penempatan arca dewa pada relung tertentu berkaitan dengan sistem pemujaan dan konsep keagamaan yang melandasi pembangunan candi.
Dewi Durga sendiri merupakan salah satu aspek dari Parwati, sakti atau pasangan Dewa Siwa. Penggambarannya sebagai Mahisasuramardini memperlihatkan sisi perkasa sang dewi ketika menghadapi kekuatan yang mengancam para dewa.
Arca tersebut juga dikenal sebagai Rara Jonggrang oleh masyarakat setempat. Meski demikian, penyebutan ini berkaitan dengan legenda lokal, bukan bukti bahwa arca tersebut secara historis menggambarkan seorang putri bernama Roro Jonggrang.
Mengapa Arca Durga Prambanan Disebut Roro Jonggrang?
Bagi banyak pengunjung, arca Durga Prambanan tidak dapat dipisahkan dari legenda Roro Jonggrang. Dalam legenda ini, Roro Jonggrang adalah seorang putri yang meminta Bandung Bondowoso membangun seribu candi dalam satu malam. Ketika upaya tersebut gagal, sang putri dikisahkan dikutuk menjadi arca.
Legenda ini kemudian dikaitkan dengan arca Durga yang berada di Candi Siwa. Kemiripan kisah tentang seorang putri yang menjadi arca membuat masyarakat mengenal arca tersebut sebagai Roro Jonggrang.
Namun, penting untuk memahami bahwa legenda Roro Jonggrang merupakan cerita rakyat, sedangkan identifikasi arca dalam kajian ikonografi adalah Durga Mahisasuramardini. Keduanya memiliki konteks berbeda: satu tumbuh melalui tradisi lisan dan budaya masyarakat, sementara yang lain berkaitan dengan kajian sejarah seni dan keagamaan Hindu.
Keterkaitan keduanya menunjukkan bagaimana peninggalan sejarah dapat hidup berdampingan dengan cerita rakyat. Bagi pengunjung, kisah Roro Jonggrang dapat menjadi pintu masuk untuk mengenal Prambanan, sekaligus mendorong pemahaman lebih jauh mengenai makna arca yang sebenarnya.
Baca juga: Ungkap Mitos Candi Prambanan, Benarkah Pasangan Bisa Putus?
Ciri-Ciri Arca Durga Mahisasuramardini
Salah satu hal yang membuat arca Durga Prambanan menarik untuk diamati adalah detail penggambarannya. Sosok sang dewi tidak hanya ditampilkan berdiri, tetapi juga dilengkapi atribut yang berkaitan dengan kisah pertempurannya melawan Mahisasura. Berikut uraian selengkapnya:
1. Digambarkan sebagai Dewi Bertangan Banyak
Dalam ikonografi Hindu, Dewi Durga sering digambarkan memiliki empat, enam, delapan, atau lebih tangan. Pada arca Durga Mahisasuramardini, banyaknya tangan berkaitan dengan atribut dan senjata yang dibawanya.
Senjata-senjata tersebut melambangkan kekuatan sang dewi dalam menghadapi musuh. Dalam tradisi Hindu, Durga digambarkan menerima senjata dari para dewa untuk mengalahkan kekuatan asura.
2. Berdiri di Atas Mahisa
Ciri lain yang umum ditemukan pada penggambaran Durga Mahisasuramardini adalah keberadaan mahisa atau kerbau di bawah kakinya. Mahisa berkaitan dengan Mahisasura, sosok yang dikalahkan oleh sang dewi.
Penggambaran tersebut menjadi penanda penting untuk mengenali adegan kemenangan Durga atas Mahisasura. Karena itu, arca ini tidak hanya berfungsi sebagai representasi sosok dewi, tetapi juga menyampaikan kisah keagamaan melalui bentuk visual.
3. Memiliki Atribut dan Perhiasan
Arca Durga dalam tradisi Hindu umumnya dilengkapi berbagai atribut, seperti senjata, mahkota, kalung, gelang, dan perhiasan lainnya. Detail yang terlihat pada setiap arca dapat berbeda, bergantung pada bentuk, kondisi, dan karakteristik artefak yang bersangkutan.
Atribut tersebut merupakan bagian dari ikonografi yang membantu menjelaskan identitas tokoh dalam arca. Dalam kajian arkeologi, pengamatan terhadap posisi tubuh, benda yang dipegang, dan ornamen dapat membantu peneliti memahami konteks keagamaan serta perkembangan seni pada masa lalu.
Baca juga: Dari Malioboro ke Prambanan Naik Apa? Ini Hacks Biar Murah!
Makna Arca Durga dalam Kepercayaan Hindu
Dewi Durga dikenal sebagai sosok yang memiliki kekuatan untuk menghadapi dan menaklukkan kejahatan. Dalam kisah Mahisasuramardini, sang dewi mengalahkan Mahisasura yang menjadi ancaman bagi para dewa. Kisah ini kerap dimaknai sebagai gambaran kemenangan kekuatan yang menjaga keseimbangan atas kekuatan yang mengganggu keteraturan.
Dalam konteks arca Durga Prambanan, penggambaran tersebut dapat dipahami melalui hubungan antara sosok dewi, atribut yang dibawanya, dan keberadaan Mahisa. Unsur-unsur ini membentuk narasi visual yang mencerminkan kepercayaan Hindu pada masa pembangunan kompleks candi.
Penempatan arca Durga di relung utara Candi Siwa juga berkaitan dengan tata ruang candi Hindu. Arca dewa dan tokoh lain ditempatkan pada bagian-bagian tertentu sesuai dengan konsep keagamaan yang mendasari kompleks tersebut. Oleh karena itu, arca Durga merupakan bagian penting dalam memahami hubungan antara arsitektur, seni pahat, dan praktik keagamaan di Candi Prambanan.
Menjelajahi Warisan Budaya Candi Prambanan
Mengenal arca Durga Prambanan melalui cerita dan sejarahnya bisa membuat kunjungan terasa lebih bermakna. Saat berada di kompleks candi, kamu dapat mengamati langsung detail arca, relief, dan arsitektur yang menjadi saksi perkembangan seni serta kepercayaan pada masa lampau. Setiap sudutnya menyimpan kisah menarik yang sayang untuk dilewatkan.
Tertarik menjelajahi keindahan dan kisah sejarah Candi Prambanan secara langsung? Kamu bisa merencanakan kunjungan dengan memesan tiket Candi Prambanan melalui laman resmi InJourney Destination Management. Dengan persiapan yang tepat, kamu bisa menikmati perjalanan sekaligus mengenal lebih dekat salah satu warisan budaya Indonesia.
Baca juga: Candi Prambanan Tutup Jam Berapa? Jangan Salah Informasi
