
Be part of #TheSoundofWisdom!
Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) adalah perhelatan sakral berupa pembacaan teks agama Buddha berbahasa Pali secara massal. Acara ini berpusat di Candi Borobudur sekaligus dirangkai dengan peringatan Asalha Mahapuja.
Melalui perhelatan ini, Candi Borobudur kembali hadir bukan sekadar sebagai objek wisata, melainkan ruang spiritual yang hidup, tempat di mana ajaran leluhur dihayati, manusia menundukkan diri dalam hening, serta menjadi simbol toleransi dan kedamaian antarumat beragama.
ITC mempertemukan para biksu dan umat selama tiga hari. Setiap tahun, sebagian dari 84.000 ajaran suci dibacakan dan dipelajari. Tradisi ini telah diwariskan dari generasi ke generasi. Setiap tahun, acara ini melibatkan hingga 2.020 anggota pembaca Tipitaka dari berbagai negara dengan 12.500 peserta yang mengikuti prosesi dan ritual seremonial.
Indonesia Tipitaka Chanting di Candi Borobudur pertama kali diselenggarakan tahun 2015 kemudian menjadi agenda rutin tahunan. Acara ini menjadi sejarah baru di mana umat Buddha di Indonesia berkumpul di pelataran Candi Borobudur untuk membaca kitab suci Tipitaka selama beberapa hari.
Selama acara ini, peserta dapat menyaksikan pameran Kereta-Kereta Kencana Suci yang dipajang di area Candi Borobudur, yaitu Mahadhatu, Tipitaka, Dhammacakka, dan Stambha Vijaya. Kerata-kereta ini bukan sekadar dekorasi semata namun simbol spiritual yang membawa esensi ajaran Buddha serta kehadiran suci Buddha. Kereta Kencana Suci bisa disaksikan hingga tanggal 18 Agustus 2026.
Rangkaian Acara Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) 2026
Day 1 – 24 Juli 2026:
- Upacara pembukaan (opening ceremony).
- Pembukaan Tipika Chanting.
- Pembacaan Kitab Suci Tipitaka.
Day 2 – 25 Juli 2026:
- Pembacaaan Kitab Suci Tipitaka.
- Dhamma Talk.
- Meditasi bersama.
Day 3 – 36 Juli 2026:
- Penutupan Tipitaka Chanting.
- Asalha Mahapuja.
- Pelimpahan jasa.
Perjalanan Bhakti para Bhikkhu dari Mendut ke Borobudur
Puncak acara pada 26 Juli 2026 dimulai dengan Perjalanan Puja mulai pukul 13.00 WIB dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur. Prosesi ini diiringi dengan empat Kereta Kencana yang tidak hanya membuatnya semakin sakral tetapi juga sebagai simbol kehadiran suci Buddha.
Kemudian, dilanjutkan dengan Puja Bakti Agung Asadha yang digelar di Taman Lumbini Candi Borobudur mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai. Prosesi ini diakhiri dengan Asalha Mahapuja oleh para Bhikkhu dan umat.
Asalha Mahapuja – Saat rangkaian upacara mencapai puncaknya, para biksu dan umat melakukan Pradaksina, yaitu berjalan bersama mengelilingi Candi Borobudur sebanyak tiga kali sebagai bentuk penghormatan kepada Buddha, Dhamma, dan Sangha.
Diiringi siluet megah candi Borobudur di malam hari, momen ini menghadirkan kekhusyukan dan kebaktian yang jarang bisa disaksikan secara langsung. Selain menjadi sarana refleksi spiritual umat Buddha, kegiatan ini juga mempertegas pesan perdamaian, toleransi, dan harmoni sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Rencanakan Kunjungan ke Candi Borobudur
Lebih dari sekadar seremonial, momen ini bisa menjadi kesempatan langka untuk menyaksikan salah satu tradisi Buddhis paling bermakna di Indonesia di Candi Borobudur.
Pesan Tiket Candi Borobudur Sekarang!
Hadiri dan saksikan secara langsung perhelatan sakral dan suara ajaran yang hanya bergema setahun sekali ini. Sebuah momen sakral yang terlalu berharga untuk dilewatkan!
#TheSoundofWisdom | #IndonesiaTipitakaChanting2026
