download
Decoration

Wamenpar Dorong Prambanan Shiva Festival Jadi Magnet Wisata Spiritual Dunia

Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa mengapresiasi terselenggaranya Prambanan Shiva Festival 2026 melalui peribadatan Shivaratri dan Mahashivaratri di Candi Prambanan. Agenda ini merupakan momentum transformasi Candi Prambanan menjadi destinasi spiritual tourism kelas dunia.

“Festival ini tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga momentum strategis untuk menghadirkan pengalaman wisata yang bermakna dan berkualitas,” ungkap Ni Luh Puspa, Senin (16/2/2026).

Wamenpar RI Ni Luh Puspa berharap agar Prambanan Shiva Festival bisa terus dikembangkan sebagai agenda spiritual tahunan nasional. Festival ini dinilai mampu memperkuat posisi Indonesia, khususnya Candi Prambanan, sebagai destinasi wisata budaya dan spiritual kelas dunia.

Simbol Harmoni dan Pariwisata Berkualitas

Puncak acara Mahashivaratri menjadi penutup rangkaian festival yang telah dimulai sejak 17 Januari 2026. Salah satu momen paling ikonik adalah penyalaan 1.008 dipa atau pelita yang dinyalakan serentak diiringi gema musik damaru dan atraksi video mapping yang memukau.

Ni Luh menjelaskan bahwa tren global saat ini sangat mengarah pada spiritual tourism dan pilgrimage tourism. Dengan status sebagai situs warisan dunia UNESCO sejak 1991, Prambanan memiliki potensi pasar yang besar, terutama mengingat jumlah umat Hindu dunia meningkat 12 persen dalam satu dekade terakhir.

“Kita harapkan agenda seperti Prambanan Shiva Festival ini mampu menghidupkan Candi Prambanan, bukan sekadar sebagai monumen, tetapi sebagai living monument yang kita jaga bersama kesakralannya,” tambahnya.

Tonggak Sejarah Wisata Budaya

Pihak InJourney Destination Management (IDM) menyebut perhelatan ini sebagai tonggak sejarah baru di Indonesia. Rangkaian acara dimulai dengan kirab budaya sejauh lima kilometer, membawa air suci dari 36 provinsi dan membentangkan bendera Merah Putih sepanjang 1.000 meter.

Direktur IDM, Febrina Intan, menegaskan bahwa festival ini adalah ruang di mana inklusivitas bertemu dengan sakralitas.

“Kita ingin menunjukkan bahwa spiritualitas tidak harus memisahkan, tetapi justru menyatukan,” jelas Febrina Intan.

Apresiasi Internasional dan Semangat Kebangsaan

Keagungan Prambanan turut memukau Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty. Ia menyebut Prambanan sebagai kuil Shiva terbaik yang pernah ia lihat dan berkomitmen untuk mendorong wisatawan asal India agar menjadikan Yogyakarta sebagai destinasi utama selain Bali.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum PHDI Pusat, Wisnu Bawa Tenaya, melihat festival ini sebagai cara membangun manusia Indonesia yang utuh. Melalui kolaborasi lintas kementerian, Prambanan kini resmi diteguhkan sebagai warisan budaya yang menyatukan aspek spiritual, kebudayaan, dan pariwisata dalam satu tarikan napas kebangsaan.