InJourney Destination Management Raih Penghargaan Most Strategic Enterprise in Regulatory Compliance pada IRCA 2026
InJourney Destination Management (IDM) meraih penghargaan Most Strategic Enterprise in Regulatory Compliance dalam Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Joel Siahaan menerima langsung penghargaan yang diselenggarakan oleh Hukumonline di Hotel Le Meridien Jakarta, Jumat (22/5/2026).
InJourney Destination Management berhasil memperoleh penghargaan untuk kategori perusahaan dengan tingkat regulasi menengah dan kompleksitas bisnis yang tinggi. Pencapaian ini mencerminkan semakin kuatnya komitmen perusahaan dalam meningkatkan standar kepatuhan, memperkuat tata kelola, serta membangun budaya integritas yang berkelanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis perusahaan.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas upaya kolektif seluruh insan InJourney Destination Management atas konsistensi perusahaan dalam menerapkan kepatuhan regulasi, memperkuat tata kelola perusahaan, serta membangun budaya integritas yang berkelanjutan di tengah dinamika regulasi dan kompleksitas bisnis yang terus berkembang,” jelas Joel Siahaan.
Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) merupakan ajang apresiasi bergengsi yang diselenggarakan untuk mengakui dan menghargai perusahaan-perusahaan di Indonesia yang menunjukkan kinerja unggul dalam kepemimpinan individual maupun strategi penerapan kepatuhan terhadap regulasi.
Penilaian dilakukan melalui mekanisme assessment dengan metodologi terstruktur bagi perusahaan dan pimpinan yang menjadi teladan dalam penerapan kepatuhan hukum dan tata kelola berkelanjutan di Indonesia.
Adapun aspek penilaian dalam penghargaan ini meliputi evaluasi dan monitoring kepatuhan, sosialisasi peraturan kepada internal perusahaan, inovasi dan penggunaan teknologi untuk mendukung tujuan kepatuhan hukum, strategi pengembangan sumber daya manusia, serta berbagai aspek lain yang relevan dengan implementasi tata kelola perusahaan yang baik.
Sebagai bagian dari penguatan sistem kepatuhan, InJourney Destination Management menerapkan Regulatory Compliance System (RCS) dalam pemantauan kepatuhan perusahaan terhadap peraturan perundang-undangan secara komprehensif dan faktual.
Melalui sistem tersebut, perusahaan melakukan pengelolaan dan pemantauan terhadap kewajiban regulasi yang didistribusikan ke seluruh fungsi perusahaan. Penerapan RCS dinilai penting bagi perusahaan dengan cakupan bisnis yang luas dan kompleks, karena memungkinkan setiap departemen melakukan identifikasi terhadap regulasi baru yang berkaitan dengan proses bisnis perusahaan. Implikasinya, perusahaan dapat memitigasi potensi implikasi hukum maupun risiko pelanggaran regulasi secara lebih cepat, terukur, dan sistematis.
“Saat ini implementasi RCS memungkinkan pemantauan terhadap 329 kewajiban regulasi di seluruh fungsi perusahaan dengan tingkat pemenuhan mencapai 96 persen. Hal ini menunjukkan semakin kuatnya komitmen perusahaan dalam meningkatkan standar kepatuhan, memperkuat tata kelola, serta membangun budaya integritas yang berkelanjutan di tengah dinamika regulasi yang terus berkembang,” jelasnya.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Joel Siahaan mengatakan bahwa implementasi RCS menjadi bagian penting dalam mendukung efektivitas monitoring dan evaluasi kepatuhan di lingkungan perusahaan. Menurutnya, sistem tersebut membantu perusahaan melakukan identifikasi dini terhadap perubahan regulasi sekaligus memperkuat mitigasi risiko hukum dalam setiap proses bisnis perusahaan.
“Bagi kami, kepatuhan bukan hanya tentang memenuhi kewajiban regulasi, tetapi juga tentang menjaga kepercayaan, memastikan akuntabilitas, dan menciptakan proses bisnis yang sehat dan berkelanjutan. Ke depan, perusahaan akan terus memperkuat pengembangan SDM, optimalisasi sistem monitoring, serta inovasi tata kelola agar mampu menjawab tantangan industri yang semakin dinamis dan kompleks,” pungkasnya.
