InJourney Green Ajak Insan IDM Gotong Royong Membersihkan Lingkungan
Ratusan insan InJourney Destination Management bergotong royong membersihkan area lapangan Agastya di kompleks Taman Wisata Candi Prambanan, Yogyakarta, Jumat (20/2/2026). Kegiatan InJourney Green ini dilakukan sebagai bagian dari gerakan kolektif nasional Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai gerakan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan tertata.
InJourney Green merupakan inisiatif BUMN Holding Pariwisata dan Penerbangan Indonesia yang berfokus pada pelestarian lingkungan melalui berbagai upaya, salah satunya adalah gotong royong area destinasi. Kegiatan ini juga merupakan rangkaian dari peringatan Hari Ulang Tahun Ke-4 InJourney dengan semangat Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia.
“Hari ini keluarga besar IDM melakukan kegiatan pembersihan lingkungan di kawasan lapangan Agastya, Taman Wisata Candi Prambanan, dalam rangka mendukung gerakan ASRI dan mendukung kegiatan kampanye InJourney Green. Kegiatan ini merupakan upaya bersama dalam upaya pelestarian lingkungan untuk keberlanjutan industri pariwisata yang green dan berwawasan lingkungan,” jelas GM Prambanan dan Ratu Boko Ratno Timur, Jumat (20/2/2026).
Para peserta terlihat antusias dalam membersihkan area lapangan Agastya sebagai area penyimpanan batu-batuan candi perwara yang berada di kompleks Candi Prambanan. Mereka mencabuti rumput ilalang serta dedauanan yang menyelimuti area tersebut.
Hasil sampah yang terkumpul kemudian dibawa ke tempat pengolahan sampah atau waste management di Taman Wisata Candi Prambanan.
“Kemudian dari itu semua hasilnya kita bawa ke tempat pengolahan sampah yang bisa mengolah dari rumput, daun-daun menjadi pupuk organik. Pupuk organik yang dihasilkan kemudian kita pakai lagi untuk perawatan pepohonan di kawasan taman kami,” lanjutnya.
Kawasan Candi Prambanan dengan luas sekitar 77 hektar ini menghasilkan sekitar 1060 kilogram sampah organik, yang terdiri dari 260 kilogram sampah pemotong rumput dan pruning pohon serta 800 kilogram sampah daun pepohonan. Sementara dari aktivitas di kios wisata menghasilkan sekitar 300 kilogram sampah rumah tangga.
“Pengelolaan sampah rumah tangga dari kios wisata bekerja sama dengan TPS3R (Tempat Pengelolaan Sampah Reduce Reuse Recycle) di kelurahan Bugisan Prambanan,” jelasnya.
Sementara sampah organik di kawasan Taman Wisata Candi Prambanan melewati beberapa tahap sebelum berubah menjadi pupuk organik. Sampah organik yang terkumpul dicacah terlebih dahulu. Pencacahan ini sekaligus memilah dari kandungan non organik seperti plastik, batu dan lainnya.
Sampah ini kemudian diberikan kandungan fermentasi seperti EM4, tetes tebu, air dan dolomit. Proses fermentasi anaerob selama 3–4 minggu. Outputnya adalah pupuk organik yang mengandung unsur hara seperti natrium, kalsium, fosfor dan kalium.
“Kami berusaha menerapkan ekonomi sirkular yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Semoga ke depan, upaya ini semakin optimal dan menghadirkan pengalaman berwisata yang berkualitas dengan manfaat sebesar-besarnya terhadap lingkungan di sekitar,” pungkasnya.
