download
Decoration
IHH Candirejo

InJourney Destination Management Perkuat Kompetensi Pemandu Wisata di Kawasan Borobudur

InJourney Destination Management (IDM) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata melalui penyelenggaraan InJourney Hospitality House (IHH) bagi 60 pemandu wisata di kawasan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari, pada 28–30 Juli 2026, ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan di kawasan Destinasi Pariwisata Nasional Borobudur.

Direktur Operasi PT Taman Wisata Borobudur Supriadi Jufri, mengatakan bahwa pemandu wisata memiliki peran strategis sebagai representasi wajah destinasi di hadapan wisatawan.

“Bapak-ibu merupakan garda terdepan sekaligus wajah pariwisata Borobudur. Profesionalisme, kemampuan menyampaikan informasi, serta kepedulian terhadap keamanan dan kenyamanan wisatawan, menjadi nilai tambah yang meninggalkan kesan mendalam bagi setiap pengunjung. Kami berharap seluruh ilmu ini dapat diterapkan secara nyata dalam memberikan pelayanan terbaik kepada wisatawan,” jelasnya.

Melalui InJourney Hospitality House, para peserta memperoleh pembekalan yang komprehensif, mulai dari pemahaman mengenai hospitality, pelatihan bahasa Inggris praktis, penerapan prinsip sustainability dalam pariwisata, pengembangan dan storytelling potensi lokal, hingga pemanfaatan digital marketing sebagai sarana menyebarluaskan informasi positif mengenai destinasi kepada masyarakat.

Pelatihan tersebut dirancang tidak hanya untuk meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga membangun standar pelayanan yang semakin profesional sehingga mampu menghadirkan pengalaman wisata yang autentik sekaligus meningkatkan daya saing kawasan Borobudur di tingkat nasional maupun internasional.

“Dunia pariwisata ke depan membutuhkan profesionalisme yang semakin tinggi. Oleh karena itu, pelatihan, peningkatan kapasitas, dan penambahan wawasan harus terus dilakukan. Dengan terus meng-upgrade kompetensi, kita akan mampu mengikuti perkembangan zaman sekaligus memenuhi ekspektasi wisatawan yang terus meningkat,” jelas Supriadi Jufri.

Supriadi juga menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mewujudkan pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

“Kami berharap semangat kolaborasi yang dibangun melalui InJourney Hospitality House dapat terus terjaga. Pengembangan pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan tidak dapat diwujudkan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku wisata, dan dunia usaha. Kami percaya melalui kerja sama yang baik, Borobudur akan semakin berdaya saing, memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi kebanggaan Indonesia.”

Salah satu pemandu wisata Borobudur Andini Fajarriani mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru yang dapat mendukung profesinya dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

“InJourney Destination Management sangat membantu perkembangan pariwisata di Borobudur. Ilmu yang saya dapatkan sangat banyak, mulai dari perkembangan pariwisata, keramahtamahan, hingga bahasa Inggris yang sangat berguna saat mendampingi wisatawan. Harapan saya, pariwisata Borobudur semakin berkembang, semakin maju, konsisten dalam memberikan pelayanan terbaik, sehingga setiap wisatawan yang datang merasa senang dan ingin kembali lagi,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Dibyo, pemandu wisata Borobudur lainnya. Ia menilai pelatihan tersebut menjadi sarana peningkatan kompetensi sekaligus penyamaan standar pelayanan di kawasan.

“Selama tiga hari ini kami mendapatkan banyak ilmu baru yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan dalam melayani tamu. Semoga pelatihan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak pelaku wisata, sehingga narasi yang disampaikan kepada wisatawan maupun standar pelayanan di kawasan Borobudur dapat semakin baik dan seragam.”

Melalui InJourney Hospitality House, InJourney Destination Management terus memperkuat peran masyarakat sebagai bagian penting dalam pengelolaan destinasi. Pengembangan kapasitas pelaku wisata diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan, memperkuat citra positif destinasi, serta menciptakan pengalaman wisata yang berkesan bagi setiap pengunjung.

Ke depan, IDM akan terus menghadirkan berbagai program pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas SDM sebagai bagian dari upaya membangun pariwisata yang berkelanjutan, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, sekaligus memperkuat posisi Borobudur sebagai destinasi budaya kelas dunia yang berdaya saing.