download
Background Prasasti Siwaghra, Catatan Otentik Sejarah Candi Prambanan Background Prasasti Siwaghra, Catatan Otentik Sejarah Candi Prambanan
Decoration Decoration Decoration
prasasti siwaghra

Daftar Isi:

Prasasti Siwaghra, Catatan Otentik Sejarah Candi Prambanan

Daftar Isi:

Sebagian besar masyarakat Indonesia mungkin familiar dengan kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang yang kerap dikaitkan dengan asal-muasal Candi Prambanan. Namun, di balik kisah yang melegenda tersebut, sejarah Candi Prambanan sebenarnya tertulis dalam sebuah prasasti bernama Siwagrha.

Prasasti Siwagrha menjadi salah satu bukti otentik peresmian gugusan candi Hindu ini pada masa Dinasti Sanjaya. Lantas, bagaimana sejarah Candi Prambanan yang tercatat dalam Prasasti Siwagrha? Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini.

Kapan Prasasti Siwagrha Dikeluarkan?

Prasasti Siwagrha (bernama lain Prasasti Wantil) adalah artefak penting yang mencatat tentang kompleks percandian agung yang dipersembahkan untuk Dewa Siwa, atau tertulis Shivagrha (rumah Siwa). Para ahli meyakini bahwa kompleks candi yang dimaksud adalah Candi Prambanan.

Prasasti ini mencatat secara terperinci ciri-ciri gugusan candi yang dibangun dan diresmikan pada masa itu. Tertulis bahwa gugusan candi tersebut memiliki tembok dengan penjaga-penjaga pintu yang tampak menakutkan. Terdapat dua bangunan kecil pada pintu gerbangnya.

Kemudian, di sisi Timur candi tumbuh pohon tanjong dengan keindahan luar biasa, setara pohon parijataka milik dewata. Tertulis juga bahwa tempat ini memiliki sejumlah bangunan kecil yang mengelilingi candi induk, dengan bentuk, ketinggian, dan fungsi serupa.

Prasasti Siwagrha dikeluarkan oleh Raja Dyah Lokapala (Śrī Mahārāja Rake Kayuwangi Dyaḥ Lokapāla Śrī Sajjanotsawatuṅga), penerus tahta Rakai Pikatan. Dalam prasasti ini tertulis candrasengkala (sandi penulisan tahun) “Wwalung gunung sang wiku” yang bermakna tahun 778 Saka atau 856 Masehi.

Saat ini, Prasasti Siwagrha menjadi salah satu peninggalan Kerajaan Mataram Kuno yang disimpan di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Baca juga: Cerita Rakyat Candi Prambanan, Legenda Roro Jonggrang yang Abadi

Mengurai Isi Prasasti Siwagrha 

Prasasti Wantil atau Siwagrha mulanya diinterpretasikan oleh J.L.A Brandes, kemudian diteruskan oleh J.G. de Casparis. Berdasarkan uraian dari J.G. de Casparis, terdapat beberapa peristiwa sejarah yang tercatat dalam Prasasti Siwagrha, antara lain:

Perebutan Tahta Mataram Kuno

Salah satu highlight utama dalam Prasasti Siwagrha adalah peperangan Rakai Pikatan dan pemberontak untuk memperebutkan Kerajaan Mataram Kuno.

Dikisahkan bahwa pada tahun 856 Masehi, ketika pembangunan Candi Siwa (salah satu candi utama di Prambanan) hampir selesai, Rakai Pikatan telah memiliki rencana mengundurkan diri untuk menjadi pertapa. Masa-masa kritis ini dimanfaatkan oleh pemberontak melakukan serangan untuk merebut tahta Mataram Kuno.

Peperangan ini berhasil dimenangkan oleh Rakai Pikatan berkat bantuan putranya, Dyah Lokapala. Pemberontak yang merasa terdesak hingga membangun benteng pertahanan dengan timbunan batu.

Masih menjadi perdebatan siapa pemberontak yang dimaksudkan dalam prasasti ini. Menurut J.G. de Casparis, pemberontak tersebut mengarah pada Balaputradewa karena dikaitkan dengan istilah Walaputra dalam Prasasti Siwagrha. Di sisi lain, Boechari memberikan pendapat yang berbeda. Menurutnya, musuh Rakai Pikatan adalah Mpu Kumbayoni.

Hal ini didukung oleh penemuan prasasti Ratu Boko, salah satunya Prasasti Abhayagiri Wihara. Alih-alih Balaputradewa, nama yang ditemukan dalam prasasti-prasasti tersebut adalah Rakai Walaing Mpu Kumbayoni.

Pembangunan dan Peresmian Candi Prambanan

Dalam Prasasti Siwagrha, Candi Prambanan digambarkan sebagai gugusan candi yang dipersembahkan untuk Dewa Siwa. Menurut J.G. de Casparis, gugusan candi Hindu tersebut dibangun setelah kondisi damai pascapeperangan, untuk memperingati kemenangan Rakai Pikatan.

Dikisahkan bahwa pembangunan gugusan candi tersebut selesai pada Kamis Wage tanggal 11 paro gelap bulan Margasira tahun 778 Saka (856 Masehi), kemudian dilanjutkan dengan peresmian arca dewanya. Prasasti ini juga menjelaskan tentang proyek pemindahan aliran sungai di dekat Siwagrha.

Sebagai informasi, di sisi Barat Candi Prambanan terdapat Sungai Opak yang mengalir dari Utara ke Selatan. Menurut sejarawan, aliran Sungai Opak dulunya melengkung lebih jauh ke Timur dan dinilai terlalu dekat dengan candi utama.

Disebutkan pula dalam Prasasti Siwagrha bahwa pembangunan gugusan candi Hindu tersebut melibatkan orang biasa, orang dari keturunan rendah, abdi kerajaan, hingga orang-orang dengan jabatan penting. Semuanya bekerja sama untuk membuat bangunan indah yang didedikasikan untuk Dewa Siwa.

Penyerahan Tahta dari Rakai Pikatan ke Dyah Lokapala

Peristiwa penting yang turut tercatat dalam Prasasti Siwagrha adalah penyerahan tahta dari Rakai Pikatan ke Dyah Lokapala. Setelah turun tahta pada 856 Masehi, Rakai Pikatan menjadi brahmana dengan gelar Rake Mamrati Sang Jatiningrat.

Baca juga: Wisata Dekat Candi Prambanan yang Tak Kalah Seru, Jangan Skip!

Kunjungi Wujud Gugusan Candi Hindu dalam Prasasti Siwagrha di Candi Prambanan

Prasasti Siwagrha menyimpan catatan penting tentang pembangunan dan peresmian Candi Prambanan pada masa Kerajaan Mataram Kuno. Kini, kamu bisa menyaksikan langsung kemegahan kompleks candi Hindu ini sekaligus mengenal lebih dekat warisan sejarah yang telah bertahan selama berabad-abad.

Jadikan kunjunganmu ke Candi Prambanan sebagai kesempatan untuk menelusuri jejak sejarah dan kekayaan budaya masa lampau. Agar perjalanan lebih praktis, kamu bisa memesan tiket Candi Prambanan secara online melalui situs resmi InJourney Destination Management.

Calling for warlok! Kamu bisa menikmati pengalaman berkunjung ke candi dengan harga lebih hemat melalui promo spesial Sambang Candi hanya Rp25.000. Promo ini berlaku weekday untuk periode kunjungan 12–24 November 2026 dan 12–19 Desember 2026. Jangan sampai ketinggalan promonya, ya!

Baca juga: Masih Bingung Cara ke Candi Prambanan? Ini Panduan dan Tipsnya