Makna Relief Candi Sewu yang Mencerminkan Nilai Spiritual
Daftar Isi:
- Candi Sewu, Benarkah Jumlahnya Seribu?
- Mengenal Relief Candi Sewu
- Ragam Relief Candi Sewu dan Makna Spiritualnya
- 1. Relief Lampu yang Melambangkan Pelita
- 2. Relief Kinara-Kinari
- 3. Figur Makhluk Surgawi yang Bermain Musik dan Menari
- 4. Relief Flora di Candi Sewu
- 5. Relief Geometris di Candi Sewu
- Jelajahi Keindahan Sejarah Candi Sewu
Relief Candi Sewu menyimpan kisah dan nilai spiritual yang menarik untuk ditelusuri. Melalui pahatan yang menghiasi dinding candi, kamu dapat mengenal lebih dekat warisan seni, ajaran Buddha, serta pesan kehidupan yang diwariskan dari masa lampau.
Setiap relief menjadi bagian dari jejak sejarah yang memperkaya makna Candi Sewu sebagai salah satu peninggalan bersejarah sekaligus candi Buddha terbesar kedua di Indonesia, setelah Candi Borobudur. Yuk, mengenal lebih dalam mengenai relief Candi Sewu di bawah ini.
Candi Sewu, Benarkah Jumlahnya Seribu?
Meski dikenal dengan nama Candi Sewu, kompleks candi Buddha ini sebenarnya tidak memiliki seribu bangunan. Berdasarkan data arkeologis, kompleks Candi Sewu terdiri atas 249 bangunan candi, yaitu satu candi induk, delapan candi apit, dan 240 candi perwara.
Lantas, mengapa disebut Candi Sewu? Dalam bahasa Jawa, sewu berarti seribu. Nama tersebut menggambarkan jumlah candi yang sangat banyak dan berkaitan dengan legenda Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Dalam cerita rakyat tersebut, Bandung Bondowoso diminta membangun seribu candi dalam semalam sebagai syarat untuk meminang Roro Jonggrang.
Namun, penamaan Candi Sewu perlu dibedakan dari asal-usul sejarah kompleks tersebut. Prasasti Manjusrigrha yang berangka tahun 792 Masehi menyebut nama bangunan suci yang berkaitan dengan Manjusri, sosok bodhisattva dalam ajaran Buddha Mahayana. Prasasti ini menjadi salah satu petunjuk penting untuk memahami latar keagamaan Candi Sewu.
Untuk mengunjungi Candi Sewu, kamu bisa menggunakan tiket masuk Candi Prambanan. Tiket ini berlaku untuk menjelajahi candi lain di kompleks Prambanan, termasuk Candi Bubrah dan Candi Lumbung.
Beli Tiket Candi Prambanan di Sini
Mengenal Relief Candi Sewu
Candi Sewu adalah kompleks candi Buddha yang terletak di kawasan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kompleks ini juga dikenal dengan nama Manjusrigrha, yang merujuk pada tempat suci yang berkaitan dengan Bodhisattva Manjusri.
Tidak seperti relief Candi Prambanan yang menyajikan rangkaian cerita Ramayana dan Kresnayana, pahatan relief di Candi Sewu lebih banyak menonjolkan figur religius dan motif dekoratif.
Baca juga: Masih Bingung Cara ke Candi Prambanan? Ini Panduan dan Tipsnya
Ragam Relief Candi Sewu dan Makna Spiritualnya
Relief dan pahatan Candi Sewu menghadirkan beragam figur serta motif yang menarik untuk diamati. Berikut beberapa unsur yang dapat membantu kamu memahami nilai seni dan spiritual di baliknya:
1. Relief Lampu yang Melambangkan Pelita
Salah satu relief unik yang ditemukan di Candi Sewu, tepatnya pada satu candi perwaranya, adalah relief berbentuk lampu zaman kuno. Lampu memberikan cahaya sehingga identik dengan api, salah satu benda wajib dalam proses sembahyang umat Buddha.
2. Relief Kinara-Kinari
Dalam mitologi Hindu-Buddha, Kinara-Kinari adalah makhluk surgawi berupa manusia setengah burung. Bagian kepala hingga pinggang berwujud manusia, sedangkan mulai dari pinggang ke bawah berwujud unggas atau burung.
Kinara berbadan laki-laki dan digambarkan memiliki kumis serta jenggot, sedangkan Kinari berbadan perempuan, memiliki payudara, dan terkadang berambut panjang. Makhluk surgawi ini bertugas untuk menjaga pohon Kalpataru, pohon yang menjadi tempat pusat segala harapan.
3. Figur Makhluk Surgawi yang Bermain Musik dan Menari
Relief yang menggambarkan makhluk surgawi bermain musik dan menari bisa kamu lihat di bagian luar candi utama Candi Sewu. Dalam tradisi Hindu-Buddha, musik menjadi media spiritual yang melambangkan keharmonisan semesta.
Figur makhluk surgawi dalam seni keagamaan dapat dipahami sebagai bagian dari gambaran alam suci yang berkaitan dengan kehidupan spiritual. Kehadirannya menciptakan suasana yang berbeda dari penggambaran kehidupan manusia sehari-hari.
Detail pakaian, posisi tubuh, dan gerakan figur juga memperlihatkan kecermatan pemahat dalam mengolah batu menjadi bentuk yang tampak hidup. Melalui pahatan tersebut, kamu dapat melihat bagaimana seniman masa lampau menyampaikan gagasan keagamaan melalui karya visual.
4. Relief Flora di Candi Sewu
Terdapat tiga jenis relief flora di Candi Sewu, yaitu bunga matahari dan purnakalasa. Bunga matahari merupakan simbol kesucian. Namun, penggunaannya sebenarnya cukup langka. Dalam Buddha, kesucian umumnya disimbolkan dengan bunga melati atau teratai.
Sementara itu, purnakalasa adalah relief bunga teratai (lotus) yang terletak di jambangan. Dalam ajaran Buddha, bunga ini melambangkan kesucian dan kesusilaan. Motif relief ini bisa kamu temukan di salah satu sisi luar panel yang berada pada kaki candi.
Terakhir, relief Candi Sewu juga menunjukkan pahatan bunga teratai dengan kelopak setengah terbuka. Letak relief ini berada di bagian luar tubuh candi, tepatnya pada panel candi.
Namun, makna setiap motif pada panel Candi Sewu tidak sebaiknya ditetapkan hanya berdasarkan simbolisme umum tersebut. Penafsirannya juga perlu mempertimbangkan susunan motif dan konteks bangunan tempat pahatan itu ditemukan.
5. Relief Geometris di Candi Sewu
Pada salah satu bagian panel relief yang terlepas di Candi Sewu ditemukan relief geometris berbentuk kotak persegi yang ditengahnya terdapat bunga melati. Relief tersebut ditata berjajar dalam beberapa baris yang tersusun rapi.
Selain itu, ada pula relief geometris berbentuk lidah api yang berada di sisi kanan dan kiri pintu masuk candi apit. Motif ini digambarkan menyerupai cangkang siput, namun bentuknya lonjong sehingga sedikit mirip dengan awan.
Jelajahi Keindahan Sejarah Candi Sewu
Relief Candi Sewu menjadi salah satu bagian menarik dari warisan budaya yang masih dapat dipelajari hingga sekarang. Melalui figur keagamaan dan ragam motifnya, kamu bisa mengenal kekayaan seni pahat sekaligus memahami konteks spiritual yang menyertai pembangunan kompleks candi Buddha ini.
Tak hanya mengagumi detail relief, kamu juga dapat menjelajahi kemegahan bangunan utama dan candi perwara yang mengelilinginya. Setiap bagian kompleks menawarkan kesempatan untuk mengenal lebih dekat sejarah dan perkembangan arsitektur candi di Jawa pada masa lampau.
Tertarik menjelajahi Candi Sewu secara langsung? InJourney Destination Management mempersembahkan pengalaman Kelana Prambanan yang mengajak kamu untuk menjelajah Candi Prambanan, Lumbung, Bubrah, dan Sewu dalam satu perjalanan.
Dengan waktu kurang lebih selama 90 menit, kamu akan diajak berkeliling empat candi sekaligus dalam satu kompleks menggunakan electric vehicle (EV) dan didampingi oleh guide.
Pengalaman ini available untuk tanggal 20–27 Oktober 2026 dan 10–18 November 2026, dengan periode pembelian 12 Oktober hingga 18 November 2026.
Yuk, amankan tiket Kelana Prambanan dari sekarang di platform resmi yang disediakan oleh InJourney Destination Management. Jangan sampai melewatkan momen menyenangkan ini, ya!
Baca juga: 5 Rekomendasi Wisata di Sleman yang Wajib Dikunjungi
