download
Background Candi Borobudur, Pesona Ecotourism Indonesia yang Mendunia Background Candi Borobudur, Pesona Ecotourism Indonesia yang Mendunia
Decoration Decoration Decoration
eco tourism indonesia

Daftar Isi:

Candi Borobudur, Pesona Ecotourism Indonesia yang Mendunia

Daftar Isi:

Pesona Candi Borobudur tidak hanya terletak pada kemegahan bangunan yang telah berdiri melintasi berabad-abad. Di tengah lanskap alam yang mengelilinginya, kawasan Candi Borobudur juga terus berkembang sebagai destinasi yang mengedepankan prinsip ecotourism Indonesia.

Berbagai upaya pariwisata berkelanjutan dilakukan untuk menjaga lingkungan sekaligus menghadirkan pengalaman wisata yang lebih bermakna. Yuk, simak pesona Candi Borobudur sebagai salah satu destinasi ecotourism Indonesia di bawah ini!

Apa Itu Ecotourism?

Ecotourism Indonesia adalah konsep pariwisata yang menempatkan kelestarian lingkungan sebagai salah satu bagian penting dalam perjalanan wisata Anda. Berdasarkan konsep ini, berwisata tidak semata-mata tentang datang, melihat, lalu pergi, tetapi juga tentang bagaimana kehadiran manusia dapat tetap menjaga alam dan kehidupan yang tumbuh di sekitarnya.

Konsep ini juga erat dengan pelestarian budaya serta pemberdayaan masyarakat lokal. Dengan demikian, manfaat pariwisata tidak hanya dirasakan oleh wisatawan, tetapi turut mengalir kepada lingkungan dan masyarakat yang menjadi bagian dari sebuah destinasi.

Di Indonesia, konsep tersebut memiliki ruang yang begitu luas untuk berkembang. Kekayaan alam dan budaya yang terbentang dari Sabang hingga Merauke menjadi modal penting bagi tumbuhnya ekowisata. Candi Borobudur menjadi salah satu kawasan yang terus mengambil langkah untuk menghadirkan pengalaman wisata yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Seperti Apa Ecotourism di Candi Borobudur?

Candi Borobudur tidak hanya berdiri sebagai peninggalan masa lalu yang menyimpan kisah peradaban dan spiritualitas. Di tengah lanskap alam yang mengelilinginya, kawasan ini juga terus melangkah menuju bentuk pariwisata yang lebih selaras dengan lingkungan.

Di kawasan Candi Borobudur, berbagai upaya dilakukan untuk menciptakan lingkungan wisata yang tidak hanya nyaman bagi pengunjung, tetapi juga tetap memperhatikan keberlanjutan kawasan. Beberapa di antaranya hadir melalui Kampung Seni Borobudur, penggunaan kendaraan listrik, hingga pemanfaatan kembali material yang dapat didaur ulang. Berikut masing-masing penjelasannya.

1. Memiliki 70% Kawasan Hijau dan Terbuka 

InJourney Destination Management melalui Taman Wisata Borobudur terus mengembangkan konsep green tourism di kawasan Borobudur. Tujuan utamanya adalah menjadi Candi Borobudur sebagai pusat spiritual, edukasi, dan budaya yang lebih inklusif serta berkelanjutan. 

Sampai saat ini, lebih dari 70% area Borobudur merupakan greenery area atau ruang terbuka hijau. Pada Zon 2, penambahan area hijau dioptimalkan melalui aforestasi (penanaman pohon atau penciptaan hutan baru di lahan yang sudah lama tidak memiliki vegetasi hutan). 

Upaya ini juga didukung dengan penyesuaian ulang kuota naik candi dan alur kunjungan wisatawan.

2. Penggunaan Kendaraan dan Wahana Ramah Lingkungan

Langkah menjaga kelestarian kawasan Candi Borobudur juga hadir melalui berbagai kendaraan dan wahana ramah lingkungan. Fasilitas ini memberikan pilihan perjalanan yang nyaman sekaligus mendukung pengalaman wisata yang lebih selaras dengan lingkungan.

Untuk fasilitas gratis, tersedia EV Wara-wiri yang mengantar wisatawan dari pintu masuk hingga Lotus Pond, sebelum perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju candi. EV Prioritas juga tersedia bagi pengunjung berkebutuhan khusus, seperti ibu hamil, lansia, dan penyandang disabilitas.

Sementara itu, bagi Anda yang ingin berkeliling kawasan, tersedia pilihan berbayar seperti EV Tayo, Golf Car, dan Golf Car Premium. Anda juga dapat menikmati Wahana Papa Skuter yang menyediakan sepeda listrik, triseda listrik, sepeda kayuh, dan sepeda tandem.

Beragam pilihan tersebut membuat perjalanan di kawasan Borobudur tak sekadar berpindah dari satu titik ke titik lain. Setiap perjalanan dapat menjadi bagian dari upaya menikmati dan menjaga kawasan bersejarah ini agar tetap lestari.

3. Pemanfaatan Sampah Plastik

Di balik pengalaman wisata yang nyaman, terdapat tanggung jawab untuk menjaga agar lingkungan tetap bersih dan terawat. Karena itu, pengelolaan sampah menjadi bagian dari upaya mewujudkan pariwisata yang berkelanjutan.

Melalui #GerakanTanggapBerplastik dan kerja sama dengan PlasticPay, sampah plastik yang masih memiliki nilai guna dapat dikumpulkan dan dimanfaatkan kembali. Pengunjung bahkan dapat ikut ambil bagian dengan menukarkan botol plastik melalui vending machine yang berada di Shelter Kepulangan EV, di belakang Klaster Museum.

Langkah sederhana ini menjadi pengingat bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal kecil. Setiap botol yang dikumpulkan dan diolah kembali adalah bagian dari perjalanan untuk mengurangi limbah sekaligus menjaga keindahan Borobudur untuk generasi mendatang.

Rencanakan Kunjungan Anda ke Candi Borobudur

Mengunjungi Candi Borobudur berarti menyusuri jejak sejarah yang telah bertahan melewati begitu banyak zaman. Namun, perjalanan tersebut juga dapat menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana warisan masa lalu terus dirawat melalui langkah-langkah yang relevan dengan masa kini.

Upaya menghadirkan Kampung Seni Borobudur yang ramah lingkungan, penggunaan EV, serta pemanfaatan sampah daur ulang menjadi bagian dari perjalanan Candi Borobudur menuju ecotourism Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Kini, saatnya Anda menyaksikan sendiri harmoni antara warisan budaya, alam, dan kehidupan masyarakat yang tumbuh di sekitarnya. Rencanakan kunjungan Anda dan pesan tiket Candi Borobudur secara online melalui laman tiket resmi yang disediakan oleh Injourney Destination Management agar perjalanan Anda dapat dipersiapkan dengan lebih mudah.

Jadikan setiap langkah di Borobudur bukan sekadar perjalanan untuk melihat, tetapi juga kesempatan untuk menghargai dan turut menjaga warisan yang telah melewati zaman.

Baca juga: Panduan Cara Masuk ke Candi Borobudur untuk First Timer