download
Background Ada Apa dengan Borobudur? Pemugaran Ketiga Kembali Dilakukan Background Ada Apa dengan Borobudur? Pemugaran Ketiga Kembali Dilakukan
Decoration Decoration Decoration
pemugaran candi borobudur

Daftar Isi:

Ada Apa dengan Borobudur? Pemugaran Ketiga Kembali Dilakukan

Daftar Isi:

Candi Borobudur telah melewati perjalanan panjang bersama zaman. Selama berabad-abad, kemegahannya tidak hanya menjadi saksi perjalanan sejarah, tetapi juga mengingatkan tentang bagaimana sebuah warisan dapat terus dijaga dan dirawat dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Upaya merawat Borobudur bukanlah sesuatu yang baru. Sejak pemugaran pertama hingga berbagai proses pelestarian yang dilakukan setelahnya, setiap langkah menjadi bagian dari perjalanan untuk menjaga bangunan bersejarah ini tetap berdiri dan dapat dikenali oleh generasi mendatang.

Pada 2026, perhatian kembali tertuju pada salah satu bagian penting Candi Borobudur, yakni Mahastupa. Pemugaran yang dilakukan menjadi bagian dari upaya menjaga keutuhan dan keberlanjutan warisan yang telah bertahan melintasi zaman.

Lantas, bagaimana perjalanan pemugaran Candi Borobudur hingga proses pemugaran Mahastupa pada 2026? Dan apakah Anda masih dapat berkunjung selama proses tersebut? Mari simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Sejarah Pemugaran Candi Borobudur dari Masa ke Masa

Tahukah Anda kapan terakhir kali Candi Borobudur dipugar? Candi Buddha terbesar di dunia yang berlokasi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, ini terakhir dipugar pada 23 Februari 1983 atau 44 tahun yang lalu.

Candi Borobudur telah mengalami dua kali pemugaran. Pemugaran pertama dilakukan pada 1907–1911, dipimpin oleh Theodoor van Erp. Pemugaran kedua dilakukan selama kurun waktu 10 tahun, dimulai pada 1973 hingga 1983, oleh Pemerintah Indonesia bersama UNESCO. Kemudian, ditetapkan sebagai situs warisan dunia pada tahun 1991 oleh UNESCO.

Salah satu fakta menariknya, pemugaran kedua ini digaungkan oleh Daoed Joesoef, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era Orde Baru, yang kala itu merupakan penasihat delegasi Indonesia untuk UNESCO (1968–1971).

Meski sempat bersaing dengan Kota Air Venesia di Italia dan peradaban Mohenjodaro di Pakistan, Candi Borobudur berhasil memenangi dana bantuan UNESCO dan pemugaran kedua secara resmi dimulai pada 10 Agustus 1973.

Baca juga: Tips Jalan dari Jogja ke Borobudur, Jangan Bingung Lagi!

Periode Pemugaran Mahastupa Candi Borobudur Tahun 2026

Setelah pemugaran terakhir pada tahun 1983, Candi Borobudur kembali dipugar tahun 2026. Pemugaran ini difokuskan pada perbaikan Mahastupa atau stupa induk yang terletak di lantai paling atas Candi Borobudur. 

Sebagai informasi, periode pemugaran dimulai tanggal 16 September hingga 24 Oktober 2026.

Mengapa perlu dilakukan pemugaran pada Mahastupa Candi Borobudur? Selama berabad-abad, Mahastupa Borobudur telah menjadi bagian penting dari bangunan yang menyimpan perjalanan sejarah dan kebudayaan. Namun, usia yang panjang juga membawa perubahan pada setiap bagian yang menyusunnya.

Melalui monitoring dan kajian teknis, ditemukan sejumlah kondisi pada Mahastupa yang memerlukan penanganan untuk menjaga kestabilan serta kekuatan struktur yang menopang bagian di atasnya.

Kondisi pertama pada bagian struktur, di mana terjadi pergeseran pada Yasti. Kedua, ditemukannya rongga dan rekahan pada Yasti dan Harmika sehingga menyebabkan ketidakstabilan dan mengurangi kekuatan penopang struktur di atasnya.

Selain itu, ditemukan pula pelapukan pada sejumlah batu komponen Mahastupa, serta penggaraman pada bagian Anda yang sering berkaitan dengan penggunaan semen pada pemugaran periode I tahun 1907–1911.

Sejumlah temuan tersebut menjadi bagian penting dari pertimbangan dilakukannya pemugaran kembali. Upaya ini bukan semata-mata untuk memperbaiki bagian yang mengalami kerusakan, melainkan untuk memastikan Mahastupa tetap memiliki struktur yang kokoh dan terjaga sebagai bagian dari warisan yang telah melewati perjalanan penting.

Tujuan Pemugaran Mahastupa Candi Borobudur

Bukan sekadar meningkatkan kekuatan struktur dan keaslian Candi Borobudur, pemugaran juga diperlukan untuk menjaga jejak sejarah yang mengandung ajaran-ajaran kehidupan dari beribu-ribu tahun lalu dan masih relevan sampai saat ini.

Hingga kini, Borobudur tidak hanya dipandang sebagai peninggalan arsitektur, tetapi juga sebagai destinasi spiritual yang menghadirkan ruang bagi pengunjung untuk berjalan, menghayati relief, dan merenungkan nilai-nilai yang diwariskan melalui setiap tingkatannya.

InJourney Destination Management selaku pengelola Taman Wisata Candi Borobudur, bersama pihak-pihak yang bekerja sama memiliki sejumlah tujuan utama dalam pemugaran ini, yakni:

  • Memperkuat dan menstabilkan bagian struktur yang mengalami gangguan.
  • Mempertahankan keaslian dan integritas Candi Borobudur.
  • Menghambat proses kerusakan lebih lanjut.
  • Penanganan secara terukur dan berdasarkan kebutuhan teknis pada setiap komponen. Hal ini mencakup penanganan struktural pada Yasti dan Harmika, konservasi batu, pemasangan perancah, serta pembongkaran dan pemasangan kembali komponen batu secara terbatas berdasarkan kajian tenaga ahli.

Baca juga: Unfinished Buddha, Arca Tak Selesai yang Penuh Teka-Teki

Apakah Candi Borobudur Tetap Bisa Dikunjungi Selama Pemugaran?

Mengingat bahwa pemugaran hanya difokuskan pada satu titik, yakni di bagian stupa induk candi, kemegahan Candi Borobudur tetap dapat dinikmati oleh wisatawan. Kendati demikian, InJourney Destination Management memberlakukan penyesuaian akses pengunjung.

Kunjungan reguler dan pilgrim tetap bisa dilaksanakan hingga Tingkat 7 (plateau). Pengunjung tetap bisa menjelajahi sisi timur, tenggara, selatan, barat daya, dan barat Candi Borobudur. Sementara itu, halaman dan sebagian sisi utara menjadi zona kerja perancah, bongkar muat, dan konservasi, sehingga pengunjung dilarang mengakses area tersebut demi keamanan.

Mengenai paket wisata Borobudur Sunrise dan Sunset juga masih bisa dilaksanakan seperti biasa. Peserta tetap bisa naik hingga lantai 9 (area teras), namun aksesnya dibatasi hanya pada sisi timur, tenggara, selatan, barat daya, dan barat Candi Borobudur.

Gambar 1. Peta area kerja yang ditutup

*Imbauan keselamatan: Patuhi rambu, pembatas, dan arahan petugas. Dilarang memasuki zona kerja

Manfaatkan Promo Sambang Candi ke Candi Borobudur

Pemugaran Mahastupa menjadi salah satu bagian dari perjalanan panjang untuk menjaga Candi Borobudur tetap berdiri dan dapat dimaknai oleh generasi yang akan datang. Di tengah proses tersebut, Anda tetap memiliki kesempatan untuk hadir, menyaksikan langsung kemegahan Borobudur, dan merasakan suasana yang telah menjadi bagian dari perjalanan situs ini selama berabad-abad.

Jika Anda warga lokal atau sekitarnya dan berencana berkunjung, ini saat yang tepat untuk memanfaatkan promo Sambang Candi yang berlaku mulai 12–24 Oktober 2026, 12–24 November, dan 12–19 Desember 2026. Melalui promo spesial ini, Anda akan mendapatkan harga spesial Rp25.000 setiap weekday sesuai jadwal yang berlaku.

Untuk tiket general, Anda bisa membelinya secara praktis melalui laman tiket resmi Candi Borobudur dari InJourney Destination Management. Segera persiapkan perjalanan Anda untuk menyaksikan Borobudur, sebuah warisan yang terus dirawat agar kisah dan maknanya tetap hidup melintasi zaman.

Baca juga: Cara Beli Tiket Candi Borobudur, Bisa Online dan Offline!