download
Decoration

Sleman Temple Run #11 Ajak Pelari Jelajahi Cagar Budaya di Kawasan Keraton Ratu Boko

Ratusan pelari dalam dan luar negeri turut memeriahkan ajang lari lintas alam (trail run) tahunan bertaraf Internasional, Sleman Temple Run 2025 yang sukses digelar pada Minggu, (22/8/2026). Mengusung tema Running Around Temples dengan menghadirkan pengalaman berlari yang melintasi sejumlah situs cagar budaya dan destinasi wisata di kawasan Prambanan dan Sleman Timur. 

Diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pariwisata dengan bekerja sama dengan Trail Runners Yogyakarta, Sleman Temple Run 2026 menjadi bagian dari pengembangan sport tourism di Kabupaten Sleman. 

Event yang memasuki penyelenggaraan ke-11 ini memadukan aktivitas lari dengan perjalanan melintasi sejumlah situs cagar budaya dan destinasi wisata, mulai dari Candi Banyunibo, Candi Ijo, Candi Barong, Keraton Ratu Boko, Candi Miri, Arca Gupala, Spot Riyadi hingga Tebing Breksi.

Pelaksanaan Sleman Temple Run 2026 turut memperlihatkan bagaimana aktivitas olahraga dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan cagar budaya kepada wisatawan. Sepanjang lintasan, peserta tidak hanya menikmati tantangan olahraga, tetapi juga mendapatkan pengalaman mengenal landskap budaya serta potensi wisata yang berada di kawasan Sleman Timur. 

Atmosfer kegiatan semakin semarak dengan kehadiran berbagai pertunjukan seni tradisional di sepanjang rangkaian event, mulai dari Jathilan Kudho Song Pace, Tari Sembagi Aruntala, hingga pertunjukan tari dan karawitan dari sanggar Jaghadhita hadir menyambut peserta di sejumlah titik kawasan. Keterlibatan komunitas seni dan masyarakat lokal tersebut memberikan warna budaya yang melengkapi pengalaman peserta menjelajahi destinasi.

Sejumlah pelari mancanegara juga turut hadir dalam event ini, di antaranya, pelari dari Polandia dan Portugal. Kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara menunjukkan daya tarik event yang tidak hanya mengandalkan tantangan olahraga, tetapi juga menawarkan pengalaman menjelajahi destinasi sejarah, budaya, dan alam dalam satu rangkaian perjalanan. 

Melalui event ini, sinergi antara olahraga, pariwisata, cagar budaya, seni, dan masyarakat lokal kembali terlihat dalam satu pengalaman yang terintegrasi. Rangkaian kegiatan ini sekaligus memperkuat potensi wisata di kawasan Prambanan dan Sleman Timur sebagai destinasi sport tourism yang menawarkan pengalaman lebih dari sekedar aktivitas olahraga.

Keterlibatan destinasi budaya dan elemen masyarakat menjadi salah satu bentuk pengembangan pengalaman wisata yang memanfaatkan kekayaan kawasan secara berkelanjutan. Memadukan aktivitas olahraga dan eksplorasi cagar budaya, Sleman Temple Run turut membuka ruang bagi wisatawan untuk mengenal kawasan Prambanan dan Sleman Timur melalui cara yang berbeda.