Dirut TWC Ajak Managemen Adaptif di Era New Normal
Direktur PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edy Setijono mengajak jajaran managemen untuk adaptif dalam menghadapi tantangan di era kebiasaan baru ini. Hal ini disampaikannya pada saat acara Visioning PT TWC di Gedung Trimurti, Kompleks Ramayana Ballet Prambanan, Rabu (6/12/2021).
“Mari kita persiapkan diri kita untuk menghadapi era ini. Kondisi yang ada saat ini bukan untuk dikeluhkan. Hal baru yang harus kita hadapi dengan beradaptasi. Kita ubah strategi kita, kita ubah cara kerja kita. Semoga kita semua bisa wujudkan semua tugas kita,” terangnya saat memberikan pemaparan dalam acara ini.
Dirut PT TWC Edy Setijono sebelumnya telah merampungkan tugasnya selama 5 tahun per tanggal 24 Desember 2020. Kemudian, dirinya dilantik kembali menjadi Dirut PT TWC tanggal 4 Januari 2021 ini.
Dalam periode kedua kepemimpinannya ini, pria yang akrab disapa Tio ini ingin jajarannya turut aktif dan adaptif dalam menghadapi era kebiasaan baru ini. Selain itu, ada beberapa amanah yang ingin disebarkan di periode kedua jabatannya ini,
“Amanah pertama ialah bagaimana TWC ke depan bisa mengelola harapan di tengah pandemi. Amanah kedua adalah terkait dengan holding BUMN. TWC ini bagian dari holding, untuk sub holding heritage management. Maka harus kita prepare juga,” lanjutnya.
Di hadapan jajaran managemen PT TWC, Tio juga menyampaikan visi kerja PT TWC ke depan. Di tahun 2021, PT TWC menjadi role model pengelolaan destinasi. Selanjutnya, di tahun 2023, PT TWC bisa mengintegrasikan destinasi wisata di joglosemar. “Ini mungkin sudah kita lakukan saat ini dengan Kraton Jogja maupun Sam Po Kong Semarang. Ke depan kita akan memperluas jangkauaannya,” lanjutnya.
Selanjutnya, PT TWC juga bervisi menjadi Indonesia Heritage Management Corporation di tahun 2024 hingga nantinya menyasar pengelolaan destinasi di kawasan regional.
“Yang perlu kita bangun adalah sistem informasi manajemennya. E-office, finance, pemasarannya, ini yg harus kita kuatkan. Itu yg menjadi pengejawantahan core kita. Ini tidak mudah, namun Saya yakin ini bisa. Sistem kerja akan kita oerbaiki, ketika ada permasalahan segera disampaikan, ketika ada kebutuhan intervensi segera disampaikan dan harus bisa menjadi individu yg solutif,” katanya.
Dalam acara ini juga ditampilkan sajian sendratari bertajuk Rewanda Seta yang merupakan nama lain dari Hanoman. Sendratari ini menunjukkan sosok Hanoman yang bertanggung jawab, rendah hati, setia dan selalu berusaha memberikan yang terbaik ketika menjalankan tugas. Hanoman merupakan salah satu tokoh idola dalam cerita Ramayana.
InJourney Destination Management berkolaborasi dengan InJourney Airports Bandara Internasional Yogyakarta menyelenggarakan program InJourney Hospitality House (IHH) di kawasan Kraton Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, tanggal 2–4 Desember 2025 ini diikuti oleh 120 pegiat wisata, yang terdiri dari pengelola desa wisata (pokdarwis), pengelola dan pemandu wisata Tamansari serta pelaku UMKM lokal. Pelatihan ini bertujuan […]
InJourney Destination Management (IDM) menyelenggarakan program Ambara Budaya Peningkatan Kapasitas UMKM dan Pendukung Pariwisata di kawasan Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas UMKM untuk mendukung aktivitas pariwisata berkualitas di kawasan Candi Prambanan dan Keraton Ratu Boko. Kegiatan ini diikuti oleh 100 pelaku UMKM dari tiga wilayah kecamatan yang berada di […]
