download
Decoration

Kirab Pusaka Nusantara 2026: Langkah Strategis Pelestarian Living Monument di Kawasan World Heritage Candi Borobudur

Kementerian Kebudayaan RI menggelar Kirab Pusaka Nusantara Tahun 2026 di area Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Jumat, (17/042026). Kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat pelestarian budaya sebagai warisan hidup di kawasan World Heritage Candi Borobudur.

Kirab Pusaka Nusantara ini diikuti oleh sekitar 1.000 peserta dan melibatkan komunitas budaya dan warga masyarakat dari 20 desa di kawasan Candi Borobudur. Kirab ini menjadi wadah ekspresi budaya yang mempertemukan tradisi, pusaka, dan partisipasi aktif masyarakat. Inisiatif ini selaras dengan visi pemerintah dalam memajukan kebudayaan Indonesia.

Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon, menegaskan bahwa kekuatan Borobudur tidak hanya terletak pada kemegahan candinya. Lebih dari itu, Borobudur juga kaya akan pusaka tradisi, nilai luhur, ritual, seni, adat istiadat, dan ingatan kolektif yang masih dijaga oleh masyarakat. 

“Kirab Pusaka Nusantara 2026 menjadi bukti nyata bahwa Borobudur adalah sebuah ‘living heritage’. Kegiatan keagamaan dan budaya merupakan bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia. Kemenbud berharap dapat menyelenggarakan lebih banyak kegiatan budaya serupa di masa mendatang,” jelasnya.

Kirab diawali dari area Gerbang Beringin Taman Wisata Candi Borobudur, dilanjutkan dengan pawai budaya membawa pusaka menuju pelataran atau halaman utama Candi Borobudur. Rangkaian kegiatan meliputi doa lintas agama dan ritual budaya. Selain itu, terdapat penyerahan bibit konservasi sebagai simbol keberlanjutan pelestarian lingkungan dan budaya.

Penyerahan bibit konservasi ini menjadi simbol penting bagi keberlanjutan pelestarian lingkungan dan budaya. Acara ditutup dengan kenduri atau makan bersama (umbul bojono), yang merefleksikan nilai kebersamaan dan harmoni. Kegiatan ini memperkuat ikatan sosial antar peserta dan masyarakat.

Acara ini pertama kali diselenggarakan di kawasan Candi Borobudur dengan melibatkan semua pemangku kepentingan. Partisipasi aktif masyarakat desa penyangga menunjukkan peran vital mereka dalam menjaga kesinambungan nilai-nilai budaya. Kegiatan ini mencerminkan sinergi antara pemerintah dan komunitas lokal. 

Kemenbud berharap Kirab Pusaka Nusantara dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya. Selain itu, kegiatan ini diharapkan memperkuat posisi Borobudur sebagai destinasi budaya dunia. Borobudur diharapkan semakin dikenal dan ramah terhadap semua kalangan, termasuk disabilitas dan lansia.

Semangat gotong royong yang terjalin diharapkan terus berlanjut untuk memajukan bangsa. Keberadaan Candi Borobudur harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat sekitar dan seluruh Indonesia. Partisipasi aktif masyarakat desa penyangga diharapkan menjadi pondasi utama dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya.