Panduan Cara Masuk ke Candi Borobudur untuk First Timer
Candi Borobudur menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik dari dalam maupun luar negeri. Sebagai candi Buddha terbesar di dunia sekaligus warisan budaya UNESCO, tempat ini tidak hanya indah tetapi juga kaya akan nilai sejarah dan budaya.
Namun, jika baru pertama kali berkunjung, kamu mungkin bertanya-tanya tentang cara masuk ke Candi Borobudur. Agar perjalananmu lebih nyaman dan terencana, penting untuk memahami alur masuk ke Candi Borobudur sejak awal. Yuk, simak informasi selengkapnya di bawah ini.
Cara Masuk ke Candi Borobudur dari KSB (Kampung Seni Borobudur)
Candi Borobudur merupakan candi Buddha peninggalan Dinasti Syailendra yang dibangun sekitar tahun 780–840 Masehi. Mulanya, peninggalan ini digunakan sebagai tempat pemujaan Buddha dan tempat ziarah. Setelah terkubur berabad-abad lamanya, peninggalan ini ditemukan oleh Pasukan Inggris di bawah kepemimpinan Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814.
Saat ini, Candi Borobudur menjadi salah satu ikon destinasi wisata di Jawa Tengah yang banyak dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun internasional. Selain menjadi destinasi wisata, Candi Borobudur juga menjadi tuan rumah berbagai acara besar, salah satunya Waisak di Borobudur yang diselenggarakan setiap tahun.
Adapun lokasi Candi Borobudur berada di Jl. Badrawati, Kw. Candi Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Namun, untuk akses masuknya, pengunjung akan masuk melalui Kampung Seni Borobudur.
Tidak hanya menjadi akses masuk ke candi, Kampung Seni Borobudur juga menjadi pusat ekonomi kreatif dan budaya terpadu yang menyediakan museum seni, area kuliner dan souvenir, pendapa, amfiteater, hingga pusat cendera mata yang menampung ribuan perajin lokal.
Jadi, sebelum maupun sesudah dari Candi Borobudur, kamu bisa mampir sejenak ke Kampung Seni Borobudur untuk melengkapi agenda liburanmu. Belajar sejarah di museum, menonton pertunjukan di amfiteater, hingga belanja oleh-oleh khas Magelang bisa dilakukan di sini.
Masuk ke Kampung Seni Borobudur tidak dikenakan tarif tiket alias GRATIS. Kamu hanya perlu membayar parkir kendaraan. Jika ingin melanjutkan kunjungan ke Candi Borobudur, kamu dapat membeli tiket masuk melalui loket yang juga tersedia di area Kampung Seni Borobudur.
Tidak perlu takut bingung, KSB menyediakan denah informasi yang membantu pengunjung menemukan berbagai fasilitas dan lokasi penting, termasuk loket pembelian tiket Candi Borobudur. Dengan begitu, kamu bisa menjelajahi area Kampung Seni Borobudur sekaligus mempersiapkan kunjungan ke kawasan candi dengan lebih mudah.
kemudian membeli tiket jika ingin mengunjungi Candi Borobudur. Pembelian tiket bisa dilakukan melalui loket yang juga tersedia di KSB. Di sini, telah tersedia denah yang memudahkan wisatawan untuk menuju lokasi tertentu, termasuk menemukan loket tiket ke Candi Borobudur.
Tiket ke Candi Borobudur terbagi menjadi dua kategori, yaitu tiket Pelataran Candi dan Naik Candi. Area pelataran candi dibuka mulai pukul 06.30–16.30 WIB, sedangkan perjalanan naik candi dapat dimulai pukul 08.30–17.00 WIB. Adapun harga tiketnya adalah sebagai berikut:
| Tiket Regular Wisatawan Nusantara(Termasuk Tiket Museum Karmawibangga Borobudur) | Tiket Terusan Wisatawan Nusantara(Termasuk Tiket Museum Karmawibangga Borobudur) | |
| Dewasa (>10 tahun) Rp50.000 | Borobudur–Prambanan | Borobudur–Ratu Boko |
| Dewasa (>10 tahun) Rp80.000 | Dewasa (>10 tahun)Rp75.000 | |
| Anak (3–10 tahun) dan Pelajar Rp25.000 | Anak (3–10 tahun) Rp40.000 | Anak (3–10 tahun)Rp30.000 |
Setelah membeli tiket, kamu hanya perlu mengikuti petunjuk arah untuk memasuki kawasan candi. Sesuai dengan jenis tiket, tiket Pelataran Candi hanya bisa digunakan untuk mengunjungi halaman, sedangkan dengan tiket Naik Candi, kamu disilakan untuk masuk dan naik ke candi.
Baca juga: Unfinished Buddha, Arca Tak Selesai yang Penuh Teka-Teki
Maksimalkan Pengalaman Wisata dengan Naik ke Candi Borobudur
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kamu bisa membeli tiket dengan kategori yang berbeda, yaitu tiket Pelataran Candi dan Naik Candi. Dengan tiket Pelataran Candi, kamu sudah dapat melihat kemegahan Candi Borobudur dari dekat dan mengeksplorasi berbagai berbagai spot terbaik di kawasan ini.
Namun, jika ingin merasakan pengalaman yang lebih berkesan dan melihat nilai sejarah Candi Borobudur dari dekat, kamu bisa memilih tiket Naik Candi. Pengalaman ini membuat kunjunganmu tidak hanya sekadar melihat kemegahan Borobudur, tetapi juga memahami kisah dan nilai budaya yang terkandung di dalamnya.
Untuk naik ke candi, kamu akan diajak naik shuttle menuju tempat pembagian sandal dan air mineral. FYI, pengunjung yang akan naik ke Candi Borobudur diwajibkan memakai sandal yang didesain khusus agar tidak merusak batu candi yang disebut upanat. Kamu bisa memilih ukuran sandal yang sesuai. Sandal ini tidak dikembalikan dan bisa dibawa pulang oleh pengunjung.
Saat naik ke candi, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, antara lain:
- Wajib memakai sandal khusus saat naik ke candi.
- Dilarang menyentuh relief.
- Diperbolehkan mengambil foto tanpa menyentuh relief.
- Dilarang merokok.
- Menghormati dan menghargai area historis.
- Dilarang menyentuh arca.
- Dilarang memanjat candi.
- Dilarang membawa makanan ke area candi.
- Dilarang membuang sampah sembarangan.
- Mendengarkan dengan saksama saat guide menjelaskan sejarah.
Praktis! Beli Tiket Candi Borobudur Online Biar Lebih Cepat
Kini, kamu sudah tahu bagaimana cara masuk ke Candi Borobudur, mulai dari tempat parkir, lokasi loket, hingga petunjuk memasuki area candi. Nah, selain membeli tiket di loket wisata, kamu bisa memilih cara lebih praktis dengan membeli tiket secara online melalui website resmi Injourney Destination.
Agar rencanamu lebih matang dan menghindari kemungkinan mengantre di musim liburan, kamu bisa beli tiket Candi Borobudur secara online. Terlebih lagi, kuota untuk naik candi terbatas setiap harinya, jadi jangan sampai kehabisan, ya!
Baca juga: Banyak PROMO! Yuk, Liburan ke Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko
