download
Decoration

Tradisi Melukat Hadir pada Perayaan HUT Ke-51 TMII

Taman Mini Indonesia Indah menghadirkan upacara Melukat di Museum Indonesia, Jakarta, Minggu (26/4/2026). Upacara dalam rangka HUT Ke-51 TMII ini diikuti 150 peserta yang berasal dari berbagai latar belakang suku dan agama. Mereka terlihat antusias mengikuti tradisi penyucian diri khas Bali di TMII ini. 

Rohaniawan Hindu Ida Pandita Nabe Dharma Putra Paseban mengatakan bahwa untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, manusia perlu melakukan penyucian diri, yang oleh masyarakat Bali dikenal dengan nama Melukat.

“Melalui proses penglukatan ini pribadi melakukan pembersihan diri, mulai dari pikiran, perkataan dan perbuatan kita. Kalau kita bersih, alam akan dekat dengan kita,” jelas Ida Pandita Nabe Dharma Putra Paseban.

Prosesi dimulai dengan kirab peserta yang memakai pakaian serba putih dari arah gerbang utama TMII menuju Museum Indonesia. Alunan tembang khas Bali menemani prosesi Melukat yang diikuti peserta secara gratis. Sesampainya di balai, peserta diminta berdoa menurut kepercayaan masing-masing.

Para peserta kemudian melanjutkan prosesi penyiraman di tempat pancuran. Sesi ini diikuti oleh grup berisi 10 orang secara bergantian. Satu per satu peserta akan dipercikan air suci di bagian kepala sebagai tanda prosesi Melukat telah selesai. Lalu diberikan tetesan air suci ke telapak tangan untuk diminum, serta diberikan pengikat kepala dan gelang tanda pernah melaksanakan Melukat. 

Ida Pandita Nabe Dharma Putra Paseban mengatakan bahwa ritual ini juga ditujukan untuk memperoleh kebahagian serta kesejahteraan hidup dan kepercayaan akan sesama dan lingkungan yang menjadi makna proses Melukat. 

“Melalui pengelukatan ini, diharapkan supaya hidup rukun, damai dan bahagia. Ini merupakan proses awal, di mana bukan hanya umat Hindu saja, tetapi (yang) mau melalui proses untuk mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa melalui pendekatan kepada alam dan semesta,” jelasnya.

Salah satu peserta Suci yang berasal dari Jakarta Pusat, ritual Melukat di TMII menjadi pengalaman pertama dirinya sebelum melaksanakan ritual yang sama di Bali pada bulan depan. 

“Ke sini cuma tinggal bawa diri, ikutin. udah gitu karena eksperimen di sini bikin kayak Bali banget. Ada tari-tarian semua dari awal semuanya sampai akhir benar-benar kayak rasa di Bali,” ungkapnya. 

Sementara, menurut Clara ritual Melukat di TMII terasa berbeda dengan di Bali. Di kawasan miniatur Indonesia tersebut, proses Melukat dibuat runtut dan lengkap.

“Ini (Melukat) yang kedua, tapi yang ini kelasnya beda sih. Waktu kemarin di Bali itu kan cuma ikut ke pura aja ya, jadi nggak ketemu sama pendetanya. Di sini tadi ada pendetanya jug, jadi dapat berkatnya lebih banyak,” tutur Clara.