download
Decoration

IDM Tingkatkan Praktik Hospitality Pemilik Homestay di Kawasan Borobudur 

InJourney Destination Management menyelenggarakan program InJourney Hospitality House (IHH) batch I Tahun 2026 di Balkondes Agro Eduwisata Borobudur, Magelang. Kegiatan yang berlangsung dari tanggal 28–30 April 2026 tersebut diikuti oleh 60 orang peserta yang merupakan para pemilik homestay di kawasan Candi Borobudur. 

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata, khususnya dalam menghadirkan keramahtamahan khas lokal serta pelayanan prima bagi wisatawan yang berkunjung ke kawasan Borobudur. Kehadiran InJourney Hospitality House juga menjadi bentuk kontribusi IDM dalam mendorong pengembangan destinasi pariwisata unggulan di Daerah Pariwisata Super Prioritas Borobudur.

“Kehadiran merupakan wujud komitmen bersama dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan pariwisata khususnya di kawasan Candi Borobudur. Kami berupaya memperkuat kapasitas para pelaku wisata, mulai dari UMKM, pelaku pendukung wisata, BUMDes hingga masyarakat melalui pelatihan hospitality yang terstruktur dan aplikatif,” jelas Direktur Operasi PT Taman Wisata Borobudur Supriadi Jufri saat membuka acara ini, Selasa (28/4/2026).

Materi disampaikan oleh trainer reguler IHH serta akademisi dari Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Indonesia Semarang, Jawa Tengah. Pelatihan ini dirancang untuk memperkuat kualitas layanan pariwisata melalui pendekatan khas lokal, keramahan yang tulus dan pelayanan yang profesional. 

Materi pelatihan mencakup pengenalan bahasa Inggris sederhana untuk melayani wisatawan mancanegara, pelayanan terbaik untuk menghadirkan pengalaman berkesan untuk wisatawan dengan #MelayaniSepenuhHati, seni bercerita untuk memasarkan layanan unggulan wisata di sekitar, serta implementasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) di homestay masing-masing.

Materi ini merupakan bentuk pengembangan dari materi IHH tahun sebelumnya, seperti sikap pelayanan, komunikasi hospitality, kebersihan lingkungan dan produk, serta penampilan sesuai standar industri.

Kepala Bidang (Kabid) Destinasi dan Industri Pariwisata pada Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang Arif Rahmat Hakim menyampaikan apresiasi atas IHH yang mengajarkan kepada pelaku wisata terutama pemilik homestay di kawasan Borobudur untuk menghadirkan keramahtamahan kepada pengunjung yang datang.

Hospitality untuk homestay menjadi hal utama yang akan terus diingat oleh wisatawan. Betapa pentingnya akomodasi untuk mendukung pariwisata Borobudur yang berkelanjutan. Terlebih di sekitarnya ada Tumpeng Menoreh, Ketep Pass, Nepal Van Java, Silancur, desa wisata di sekitarnya Ini yang kita harapkan penyebaran wisata. Pariwisata ini optimis di kawasan borobudur. Event waisak besok kami kira untuk penginapan sudah pada isi,” jelasnya.

Salah satu peserta IHH Borobudur Dewi Nur Aini dari Intansari mengatakan bahwa pelatihan seperti ini perlu bagi dirinya yang memiliki homestay di kawasan Borobudur. Pelatihan ini diharapkan bisa memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung yang datang ke tempatnya.

“Sangat berkesan sekali karena selama tiga hari ini mendapatkan banyak sekali ilmu, mulai dari bagaimana melayani tamu dengan ramah, bagaimana menerapkan CHSE di dalam manajemen kita, sehingga kita bisa memberikan pelayanan maksimal kepada tamu yang ke depannya bisa kembali lagi, datang lagi ke homestay kami,” jelas pemilik Homestay Durahman, Brojonalan, Borobudur.

Business Support Group Head PT Taman Wisata Borobudur Ayunanto mengatakan program peningkatan hospitality yang berkesinambungan ini merupakan wujud nyata untuk selalu meningkatkan improvement layanan di destinasi dan sekitarnya. 

Hospitality itu adalah seni untuk menghargai orang dan bagaimana orang itu merasa nyaman dan akan repeat dan terkesan apa yang kita berikan  sehingga mereka itu akan kembali ke tempat kita. Harapan kami materi ini selalu dipraktekkan, tidak sebatas teori saja,” jelasnya.

Direktur Operasi PT Taman Wisata Borobudur Supriadi Jufri mengatakan bahwa sejak tahun 2023–2025, program ini telah dilakukan secara berkelanjutan dan menjangkau hampir 2.480 peserta di kawasan Borobudur dan Prambanan. 

Upaya tersebut menjadi salah satu langkah dalam mendukung peningkatan kapasitas pelaku wisata serta mendorong pemahaman akan pentingnya standar pelayanan dalam meningkatkan kualitas destinasi.

“Sebagai penegasan bahwa upaya peningkatan kualitas layanan wisata akan terus diperkuat, dan diperluas secara konsisten ke depannya. Ini merupakan bagian komitmen jangka panjang kami dalam mendorong pariwisata yang berkualitas, inklusif dan berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.