Kirab Puja Yatra Asadha 2570 BE jadi Rangkaian Penutup Indonesia Tipitaka Chanting 2570 BE
Kirab Puja Yatra Asadha 2570 BE dari Candi Mendut menuju Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah menjadi salah satu puncak rangkaian agenda Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) 2570 BE.
Ribuan umat yang terdiri dari para bhikkhu, samanera, pandita serta umat dari berbagai daerah mengiringi rangkaian Kereta Kencana Mahadhatu, Kereta Relik, Kereta Tipitaka, serta Kereta Dhammacakka atau roda Dharma yang menjadi simbol yang menggambarkan momen pertama kali Buddha Gautama membabarkan ajaran Dharma di Taman Rusa Isipatana, yang menjadi makna utama Hari Raya Asadha.
Sambil menggemakan parita Buddhanussati, Dhammanussati dan Sanghanussati, umat berjalan sejauh kurang lebih 4,6 kilometer sebagai bentuk perenungan terhadap kualitas Buddha, Dharma, dan Sangha. Puja Yatra juga dimaknai sebagai laku meditatif sekaligus penghormatan kepada Tiratana.
Ketua Panitia Umum ITC dan Asalha Mahapuja, Bhikkhu Gutadhammo Mahathera menjelaskan, kirab atau Puja Yatra merupakan praktik batin yang sarat makna. Dalam prosesi ini, umat berjalan dengan kesadaran penuh, menenangkan pikiran, serta merenungkan nilai-nilai luhur ajaran Buddha.
Dia menyebut, kirab tersebut bukan sekadar berjalan. Umat diajak mengarahkan pikiran pada kebajikan, seperti cinta kasih, belas kasih, kesucian, dan kebijaksanaan Sang Buddha. “Ini bagian dari Buddhanussati, yakni perenungan terhadap keagungan Buddha,” ujarnya, Minggu (26/7).
Indonesia Tipitaka Chanting dan Asalha Mahapuja merupakan agenda yang diadakan oleh Sangha Theravada Indonesia (STI). Tahun ini, perayaan Asalha Mahapuja 2026 mengusung tema “Menapaki Jalan Mulia, Bersumbangsih bagi Negeri”.
Tema tersebut mengajak umat Buddha untuk mengamalkan nilai-nilai Dharma dalam kehidupan sehari-hari sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa. Kirab suci berlangsung dengan khidmat, diikuti para bhikkhu, umat Buddha, serta peserta dari berbagai daerah dan mancanegara.
Asalha Mahapuja di kawasan Candi Borobudur juga menjadi bagian dari upaya melestarikan tradisi Buddhis serta memperkenalkan kekayaan budaya dan spiritual Indonesia kepada masyarakat internasional.
