Beragam Arca Candi Prambanan, Mengenal Dewa dan Maknanya
Candi Prambanan tidak hanya dikenal karena bangunannya yang menjulang tinggi, tetapi juga karena arca-arca yang menyimpan cerita dan makna di baliknya. Arca Candi Prambanan menggambarkan sejumlah dewa dalam ajaran Hindu, lengkap dengan ciri khas dan atribut yang membedakan setiap tokohnya.
Ketika berkunjung ke kompleks candi ini, kamu bisa menemukan arca yang berkaitan dengan Dewa Siwa, Dewa Wisnu, Dewa Brahma, serta tokoh-tokoh lain dalam agama Hindu. Menariknya, salah satu arca di Candi Siwa juga dikenal masyarakat melalui legenda Roro Jonggrang. Yuk, kenali beberapa arca yang menjadi bagian penting dari warisan budaya Prambanan di bawah ini.
Mengenal Arca Candi Prambanan
Arca merupakan karya seni pahat yang menggambarkan sosok tertentu, termasuk dewa-dewi dalam tradisi keagamaan. Di Candi Prambanan, arca tidak sekadar menjadi hiasan bangunan, tetapi juga berkaitan dengan fungsi candi sebagai tempat pemujaan.
Penempatan arca di dalam bilik-bilik candi mengikuti susunan dan fungsi bangunannya. Karena itu, saat mengamati arca, kamu juga bisa memahami hubungan antara sosok yang digambarkan, atribut yang dibawanya, dan bangunan tempat arca tersebut berada. Berikut masing-masing penjelasannya:
1. Arca Siwa Mahadewa
Arca Siwa Mahadewa berada di bilik utama Candi Siwa, bangunan terbesar di kompleks Candi Prambanan. Arca ini memiliki tinggi sekitar tiga meter dan menjadi salah satu arca utama yang menarik perhatian pengunjung.
Sosok Siwa digambarkan dengan sejumlah atribut khas, termasuk mata ketiga di dahi, mahkota, serta beberapa benda yang berkaitan dengan penggambarannya dalam tradisi Hindu. Detail tersebut membantu membedakan Siwa dari dewa-dewa lainnya.
Kedudukan Siwa juga tercermin melalui ukuran Candi Siwa yang lebih besar dibandingkan Candi Brahma dan Candi Wisnu. Hal ini memperlihatkan pentingnya pemujaan terhadap Siwa dalam kompleks percandian tersebut.
Saat mengamati arca ini, kamu bisa memperhatikan detail pahatan pada wajah, mahkota, pakaian, dan atributnya. Setiap unsur menjadi bagian dari seni pahat yang memperlihatkan keterampilan pembuat candi pada masa lampau.
2. Arca Durga Mahisasuramardini
Salah satu patung di Candi Prambanan yang paling dikenal adalah Arca Durga Mahisasuramardini. Arca ini berada di bilik utara Candi Siwa dan menggambarkan Dewi Durga dalam kisah pertempurannya melawan Mahisasura.
Dalam ikonografi Hindu, Durga digambarkan sebagai sosok dewi yang mengalahkan kekuatan jahat. Penggambarannya memiliki ciri khas berupa sejumlah lengan dan atribut yang berkaitan dengan perannya dalam kisah tersebut.
Arca ini juga kerap dikaitkan dengan legenda Roro Jonggrang. Dalam cerita rakyat yang berkembang di masyarakat, Roro Jonggrang dikisahkan dikutuk menjadi batu oleh Bandung Bondowoso. Masyarakat kemudian menghubungkan sosok sang putri dengan arca Durga yang berada di Candi Siwa.
Namun, penting untuk diingat bahwa hubungan tersebut merupakan bagian dari legenda, bukan bukti sejarah mengenai identitas arca. Dari sudut pandang arkeologi, arca tersebut dikenal sebagai representasi Dewi Durga dalam tradisi Hindu.
3. Arca Ganesha
Arca Ganesha berada di bilik barat Candi Siwa. Dalam ajaran Hindu, Ganesha dikenal sebagai dewa berkepala gajah yang sering dikaitkan dengan kebijaksanaan, pengetahuan, serta penghalau rintangan.
Ciri yang paling mudah dikenali dari arca Ganesha adalah kepalanya yang menyerupai gajah. Penggambaran tersebut membuatnya berbeda dari arca dewa lain di kompleks Candi Prambanan.
Ganesha juga merupakan putra Siwa dan Parwati dalam tradisi Hindu. Kehadiran arcanya di Candi Siwa memperlihatkan hubungan antara tokoh-tokoh yang dipuja dalam lingkungan keagamaan tersebut.
Ketika berkunjung, kamu bisa memperhatikan bentuk kepala, posisi tubuh, serta atribut yang menyertai arca. Detail-detail ini membantu kamu mengenali karakter Ganesha sekaligus memahami kekayaan ikonografi Hindu yang ditemukan di Prambanan.
Baca juga: Cerita Rakyat Candi Prambanan, Legenda Roro Jonggrang yang Abadi
4. Arca Agastya
Selain arca dewa, Candi Siwa juga memiliki arca Resi Agastya yang berada di bilik selatan. Agastya dikenal dalam tradisi Hindu sebagai seorang resi atau orang bijaksana yang memiliki peran penting dalam penyebaran ajaran.
Arca Agastya umumnya digambarkan sebagai sosok resi dengan ciri khas berupa perut yang menonjol, janggut, serta atribut tertentu. Penggambaran ini berbeda dari arca dewa yang mengenakan mahkota dan memiliki banyak lengan.
Kehadiran Agastya di Candi Siwa memperlihatkan bahwa tokoh yang digambarkan di kompleks ini tidak terbatas pada dewa utama. Ada pula sosok resi yang memiliki kedudukan penting dalam tradisi Hindu.
Melalui arca ini, kamu dapat melihat bagaimana seni pahat pada masa lampau membedakan karakter setiap tokoh melalui bentuk tubuh, pakaian, dan atributnya.
5. Arca Dewa Wisnu
Dewa Wisnu dipuja di Candi Wisnu, salah satu dari tiga candi utama yang didedikasikan untuk Trimurti. Dalam ajaran Hindu, Wisnu dikenal sebagai dewa pemelihara yang menjaga keseimbangan dan keberlangsungan alam semesta.
Arca Wisnu memiliki ciri khas yang dapat dikenali melalui atributnya. Dalam ikonografi Hindu, Wisnu umumnya digambarkan membawa benda-benda seperti cakra dan sangkha, yang menjadi simbol penting dalam penggambarannya.
Candi Wisnu berada di sisi utara Candi Siwa, sedangkan Candi Brahma berada di sisi selatannya. Susunan ini menunjukkan bagaimana tiga candi utama ditempatkan dalam satu kompleks untuk menghormati tiga dewa Trimurti.
Dengan mengenali arca Wisnu, kamu dapat memahami bahwa kompleks Prambanan memiliki susunan pemujaan yang saling berkaitan, bukan sekadar kumpulan bangunan batu yang berdiri berdampingan.
6. Arca Dewa Brahma
Arca Brahma berada di Candi Brahma, salah satu candi utama yang didedikasikan untuk anggota Trimurti. Dalam ajaran Hindu, Brahma dikenal sebagai dewa pencipta.
Salah satu ciri Brahma dalam ikonografi Hindu adalah penggambaran dengan empat wajah atau kepala. Ciri ini berkaitan dengan cara Brahma direpresentasikan dalam seni dan tradisi keagamaan.
Candi Brahma terletak di sisi selatan Candi Siwa, berhadapan dengan Candi Wisnu yang berada di sisi utara. Ketiganya membentuk susunan utama yang menjadi ciri khas kompleks Candi Prambanan.
Jika diperhatikan, perbedaan atribut dan penggambaran Brahma, Wisnu, serta Siwa menunjukkan bahwa setiap arca memiliki identitas tersendiri. Hal inilah yang membuat penjelajahan arca di Prambanan menjadi kesempatan untuk mengenal seni pahat sekaligus tradisi Hindu.
7. Arca Nandi, Surya, dan Candra
Selain arca yang berada di tiga candi utama, kompleks Prambanan juga memiliki arca yang berkaitan dengan kendaraan atau wahana para dewa.
Di Candi Nandi, yang berada di depan Candi Siwa, terdapat arca Nandi yang menggambarkan seekor lembu. Nandi dikenal sebagai wahana atau kendaraan Dewa Siwa dalam tradisi Hindu.
Di bagian yang sama, terdapat pula penggambaran Dewa Surya dan Dewa Candra. Surya berkaitan dengan matahari, sedangkan Candra berkaitan dengan bulan. Kehadiran keduanya menambah keragaman tokoh yang dapat kamu kenali saat menjelajahi kompleks candi.
Sementara itu, Candi Angsa dan Candi Garuda berada di depan Candi Brahma dan Candi Wisnu. Keduanya berkaitan dengan wahana masing-masing dewa. Meski demikian, kondisi arca yang tersisa di setiap candi tidak selalu sama, sehingga kamu perlu membedakan antara fungsi bangunan dan keberadaan arca yang masih dapat dilihat saat ini.
Baca juga: Makna Relief Candi Prambanan, Erat Akan Kisah Ramayana
Menjelajahi Arca Candi Prambanan Lebih Dekat
Beragam arca Candi Prambanan memperlihatkan kekayaan seni pahat dan tradisi keagamaan yang diwariskan dari masa lampau. Mulai dari Siwa Mahadewa yang menempati bilik utama, Durga yang lekat dengan legenda Roro Jonggrang, hingga Ganesha, Agastya, Wisnu, dan Brahma, setiap arca memiliki karakter dan konteksnya sendiri.
Saat berkunjung, kamu bisa meluangkan waktu untuk mengamati detail arca sekaligus mengenali bangunan tempatnya berada. Dengan begitu, perjalanan ke Prambanan bukan hanya tentang melihat kemegahan candi, tetapi juga memahami kisah budaya yang menyertainya.
Untuk melengkapi kunjungan, InJourney Destination Management menghadirkan Kelana Prambanan sebagai salah satu pilihan pengalaman wisata di kawasan Prambanan. Kamu bisa mencari tahu informasi lebih lanjut dan pilihan tiket melalui halaman Kelana Prambanan, lalu rencanakan perjalananmu untuk mengenal warisan budaya Prambanan lebih dekat.
Baca juga: Candi Prambanan Tutup Jam Berapa? Jangan Salah Informasi
