Cerita Candi Sewu, Jejak Sejarah dan Legenda Roro Jonggrang
Sejak dahulu, cerita rakyat kerap tumbuh dan melekat pada situs-situs bersejarah. Begitu pula dengan cerita Candi Sewu yang kerap dikaitkan dengan Legenda Roro Jonggrang. Kisah tersebut kemudian menjadi daya tarik tersendiri bagi bangunan monumental yang sudah ada sejak abad ke-8 ini.
Beberapa dari kalian mungkin bertanya-tanya, mengapa Candi Sewu dan Candi Prambanan sama-sama dikaitkan dengan legenda Roro Jonggrang. Kedua candi ini berada dalam satu kawasan yang sama, tetapi memiliki latar sejarah dan corak keagamaan yang berbeda.
Kesamaan wilayah dan budaya masyarakat di sekitarnya membuat kedua candi ini sama-sama hadir dalam cerita rakyat Roro Jonggrang yang selama ini berkembang di Nusantara. Yuk, simak lebih lanjut mengenai cerita Candi Sewu dan kaitannya dengan legenda Roro Jonggrang di bawah ini.
Cerita Candi Sewu: Sejarah, Legenda, dan Fakta Menarik di Baliknya
Cerita Candi Sewu menjadi bagian menarik dari perjalanan sejarah Jawa pada masa lampau. Berdiri megah di kawasan Prambanan, candi Buddha ini memperlihatkan bagaimana keberagaman agama dan budaya telah berkembang di Tanah Jawa sejak berabad-abad lalu.
Sejarah Candi Sewu
Candi Sewu merupakan kompleks candi Buddha yang diperkirakan dibangun pada abad ke-8. Lokasinya berada di kawasan Prambanan, tidak jauh dari Candi Prambanan yang dikenal sebagai kompleks candi Hindu.
Keberadaan dua kompleks candi dengan latar belakang agama yang berbeda dalam satu kawasan menjadi salah satu hal menarik dari sejarah Candi Sewu. Hal ini menunjukkan bahwa kehidupan masyarakat Jawa pada masa itu tidak hanya dipengaruhi oleh satu kepercayaan atau kebudayaan.
Menurut catatan sejarah, Candi Sewu diperkirakan dibangun pada abad ke-8 Masehi. Dengan kata lain, kompleks candi ini lebih tua dibandingkan dengan Candi Prambanan. Berdasarkan prasasti Kelurak dan Manjusrigrha, pembangunan candi ini dimulai pada masa pemerintahan Rakai Panangkaran (raja Kerajaan Mataram Kuno).
Baca juga: Ungkap Mitos Candi Prambanan, Benarkah Pasangan Bisa Putus?
Asal Mula Nama Sewu
Terdapat hal menarik di balik penyebutan nama Candi Sewu. Dalam bahasa Jawa, sewu berarti seribu. Lantas, kenapa dinamakan Sewu? Apakah benar terdapat 1000 candi dalam kompleks ini?
Nama Sewu dipercaya berkaitan dengan banyaknya jumlah monumen di dalam kompleks candi ini. Masyarakat Jawa menyebutnya demikian agar lebih ringkas. Faktanya, kompleks Candi Sewu hanya memiliki 294 bangunan yang terdiri dari 1 candi induk, 8 candi apit, dan 240 candi perwara.
Cerita Candi Sewu dan Legenda Roro Jonggrang
Selain sejarahnya, Candi Sewu juga tidak bisa dilepaskan dari cerita rakyat yang berkembang di masyarakat. Salah satunya adalah Legenda Roro Jonggrang.
Dalam cerita rakyat tersebut, Bandung Bondowoso dikisahkan ingin mempersunting Roro Jonggrang, putri dari Raja Boko. Namun, Roro Jonggrang sebenarnya tidak ingin menikah dengannya. Pelajari lebih lanjut di sini alasan Roro Jonggrang menolak Bandung Bondowoso.
Roro Jonggrang kemudian memberikan syarat yang dianggap sulit dipenuhi, yaitu meminta Bandung Bondowoso membangun seribu candi hanya dalam satu malam.
Dengan bantuan pasukan jin, pembangunan candi berlangsung sangat cepat. Ketika jumlah candi hampir mencapai seribu, Roro Jonggrang mencari cara agar Bandung Bondowoso gagal menyelesaikan syarat tersebut.
Ia meminta para perempuan di kerajaannya menumbuk padi dan membuat suasana seperti pagi hari. Mendengar suara aktivitas tersebut, pasukan jin mengira matahari akan segera terbit dan akhirnya pergi.
Bandung Bondowoso kemudian mengetahui bahwa dirinya telah ditipu. Dalam kemarahan, ia mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah arca untuk melengkapi jumlah seribu candi. Cerita tersebut kemudian berkembang sebagai salah satu legenda yang populer di kawasan Prambanan.
Menyusuri Cerita Candi Sewu dari Dekat
Membaca cerita Candi Sewu memang menarik, tetapi melihat langsung kompleksnya bisa memberikan pengalaman yang berbeda. Kamu bisa mengamati susunan candi, detail ornamen, serta lingkungan di sekitarnya sambil membayangkan kehidupan masyarakat Jawa pada ratusan tahun lalu.
Apalagi, Candi Sewu masih berada di satu kompleks dengan Candi Prambanan. Jadi, kunjungan ke kawasan ini bisa menjadi kesempatan untuk mengenal lebih banyak peninggalan sejarah dari latar belakang keagamaan yang berbeda.
Candi Sewu dapat diakses dengan membeli tiket Candi Prambanan. Tiket ini memungkinkan kamu untuk menjelajahi seluruh kompleks Prambanan, mulai dari Candi Prambanan, Candi Bubrah, Candi Lumbung, hingga Candi Sewu.
Kalau kamu ingin mengeksplorasi kawasan Prambanan, tiketnya bisa disiapkan lebih praktis secara online melalui laman tiket resmi yang disediakan oleh InJourney Destination Management. Dengan membeli tiket secara online, kamu bisa mempersiapkan kunjungan ke Candi Prambanan sebelum berangkat agar perjalanan wisata sejarahmu jadi lebih nyaman!
Baca juga: Masih Bingung Cara ke Candi Prambanan? Ini Panduan dan Tipsnya
