Ini Alasan Kenapa Roro Jonggrang Menolak Bandung Bondowoso
Kenapa Roro Jonggrang menolak Bandung Bondowoso? Di balik kisah cinta yang berakhir menjadi kutukan, tersimpan luka yang belum sempat pulih. Dalam legenda yang telah lama hidup di Tanah Jawa, Bandung Bondowoso dikenal sebagai sosok yang menaklukkan Kerajaan Prambanan dan mengalahkan Prabu Boko, ayah Roro Jonggrang, dalam pertempuran.
Meski Prabu Boko memiliki wujud besar seperti raksasa, ia memiliki sisi lembut terhadap putrinya. Roro Jonggrang merasa sangat dicintai oleh sang ayah. Mendengar kabar kekalahan ayahnya dalam pertempuran, tentu ia sangat terpukul.
Lantas, bagaimana mungkin sang putri bisa menerima cinta dari seseorang yang telah merenggut orang berharga dalam hidupnya? Simak kisah penolakan Roro Jonggrang terhadap Bandung Bondowoso selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.
Awal Mula Kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang
Legenda mengenai kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang yang berakhir tragis sangat populer di Tanah Jawa. Legenda ini erat kaitannya dengan terbentuknya Candi Prambanan dan berdirinya Keraton Ratu Boko.
Konon, Keraton Ratu Boko diyakini sebagai istana Roro Jonggrang dan Prabu Boko. Di sisi lain, Candi Prambanan dipercaya dibangun oleh Bandung Bondowoso dalam satu malam dengan bantuan para jin.
Sebenarnya, bagaimana kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang bermula? Singkat cerita, saat Bandung Bondowoso menuju kawasan Prambanan, ia bertemu Roro Jonggrang dengan paras cantik jelitanya. Bisa dibilang, Bandung Bondowoso jatuh cinta pada pandangan pertama terhadap sang putri.
Mulanya, Roro Jonggrang pun merasakan hal yang sama. Ketika berpapasan dengan Bandung Bondowoso, ketampanan pemuda tersebut berhasil memukaunya. Tak dimungkiri, Roro Jonggrang juga jatuh cinta kepada Bandung Bondowoso.
Namun, ketika Bandung Bondowoso telah meyakinkan pilihannya dan meminang Roro Jonggrang, sang putri justru menolaknya. Mengapa hal ini terjadi jika keduanya telah jatuh hati satu sama lain?
Baca juga: No Ribet! Cara ke Ratu Boko dengan Transum hingga Shuttle Gratis
Kenapa Roro Jonggrang Menolak Bandung Bondowoso?
Meski sempat terpukau dengan ketampanan Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang memutuskan untuk menolak pemuda tersebut. Bukan tanpa alasan, ia telah mengetahui bahwa Bandung Bondowoso telah mengalahkan dan menewaskan ayah kesayangannya.
Alih-alih perasaan cinta yang semakin tumbuh, Roro Jonggrang sangat membenci Bandung Bondowoso setelah mengetahui fakta tersebut. Itulah alasan kenapa Roro Jonggrang menolak Bandung Bondowoso.
Siasat Penolakan Roro Jonggrang Terhadap Bandung Bondowoso
Meski sudah memantapkan hati untuk menolak Bandung Bondowoso, Roro Jonggrang menyampaikan penolakan tersebut secara halus. Ia memberikan persyaratan kepada Bandung Bondowoso jika mau menikahinya, yaitu membuat sumur sakti dan seribu candi dalam waktu satu malam.
Bandung Bondowoso menerima persyaratan tersebut. Kemudian, ia meminta bantuan pasukan jin yang jumlahnya ribuan sehingga menyelesaikan seribu candi dalam waktu satu malam bukanlah hal yang mustahil.
Sepanjang malam, satu per satu candi mulai berdiri hingga jumlahnya hampir mencapai seribu sebelum waktu fajar. Melihat hal ini, Roro Jonggrang dilanda kecemasan dan terus memikirkan siasat untuk menggagalkan persyaratan tersebut.
Kemudian, Roro Jonggrang meminta para dayang istana menumbuk lesung untuk menciptakan suara riuh dan mengerahkan para pengawal untuk membakar jerami di sisi timur Prambanan. Siasat ini berhasil menciptakan suasana seolah-olah fajar telah tiba dan suara kokok ayam pun terdengar.
Pasukan jin Bandung Bondowoso yang mendengar suara ayam berkokok langsung ketakutan dan berlarian. Padahal, hanya kurang satu candi untuk mencapai seribu candi sesuai permintaan Roro Jonggrang. Telak, Bandung Bondowoso gagal memenuhi persyaratan yang diberikan oleh sang putri.
Karena merasa ada kejanggalan, Bandung Bondowoso mencoba mencari tahu hingga akhirnya menyadari bahwa suara ayam berkokok yang mengusir pasukan jinnya merupakan siasat dari Roro Jonggrang. Hal ini kemudian memicu amarahnya.
Baca juga: Makna Relief Candi Prambanan, Erat Akan Kisah Ramayana
Penolakan yang Berujung Pada Kutukan
Saat matahari benar-benar mulai menampakkan sinarnya, Roro Jonggrang menemui Bandung Bondowoso, “Karena kau tidak bisa memenuhi persyaratanku untuk membuat seribu candi dalam satu malam, aku tidak akan menikah denganmu,” ucap Roro Jonggrang.
“Kalau kau mau menolakku, seharusnya kau jujur dari awal. Untuk apa membuat siasat semacam ini?” timpal Bandung Bondowoso dengan amarah yang belum mereda. Ia kemudian melontarkan kutukan, “Untuk menggenapi candi ini menjadi seribu, maka kau yang akan menjadi batu!”
So, begitulah kisah Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang yang berakhir tragis. Kisah cinta yang dimulai dari perasaan yang murni tersebut ternodai oleh dendam, siasat, dan kutukan. Namun, kisah ini tetap tumbuh di tengah-tengah masyarakat Jawa. Kamu pasti sudah pernah mendengar legenda ini dalam berbagai versi, bukan?
Penolakan Roro Jonggrang dan Hubungannya dengan Mitos di Masa Kini
Meski sudah memasuki era modern, kisah tragis Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso masih senter terdengar di telinga masyarakat Indonesia. Bahkan, legenda ini akhirnya dikaitkan dengan mitos di Candi Prambanan dan Ratu Boko. Katanya, pasangan yang mengunjungi dua situs tersebut akan berpisah.
Nyatanya, mitos hanyalah mitos. Tidak ada penelitian maupun bukti ilmiah lain yang bisa membuktikan asumsi tersebut. Mitos Candi Prambanan dan mitos Keraton Ratu Boko justru menjadi daya tarik tersendiri yang membuat para wisatawan penasaran untuk mengunjungi kedua situs bersejarah ini.
Lebih dari mitos yang sudah diturunkan dari generasi ke generasi, Candi Prambanan menawarkan lanskap yang sayang untuk dilewatkan. Kemegahan candi bercorak Hindu yang dikelilingi oleh pepohonan yang hijau akan memanjakan mata siapa pun yang melihatnya secara langsung.
Sementara itu, di Keraton Ratu Boko, kamu bisa menelusuri setiap jejak sejarah melalui berbagai strukturnya. Ketika menginjakkan kaki ke situs ini, kamu akan dibuat kagum dengan kemegahan gapura utama Keraton Ratu Boko, terlebih lagi kalau kamu berkunjung di sore hari menjelang senja.
“Sandyakala Bandung Bondowoso” Legenda yang Menjelma Menjadi Seni
Menghidupkan kembali legenda Jawa Kuno tidak hanya bisa dilakukan melalui cerita dari mulut ke mulut. Agar kamu lebih memaknai legenda tersebut, Keraton Ratu Boko mempersembahkan pertunjukan tari spesial bertajuk “Sandyakala Bandung Bondowoso” yang menceritakan kisah Bandung Bondowoso.
Sebagai salah satu spot sunset terbaik di Jogja, perpaduan cahaya senja keemasan dan eloknya tarian budaya akan memberikan pengalaman magis bagi siapa pun yang menyaksikannya.
Sandyakala Bandung Bondowoso akan dilaksanakan pada 5 September 2026 mulai pukul 16.30 WIB. Pertunjukan ini bisa ditonton secara gratis untuk pengunjung yang telah mengantongi tiket masuk Keraton Ratu Boko, tanpa biaya tambahan apa pun!
Apabila tertarik untuk menyaksikan pertunjukan ini, amankan tiket Keraton Ratu Boko dari sekarang. Agar lebih praktis, kamu bisa memesan tiketnya secara online melalui laman tiket resmi yang disediakan oleh Injourney Destination Management.
Jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan kisah Bandung Bondowoso kembali hidup di bawah langit senja Keraton Ratu Boko!
Baca juga: Isi Prasasti Ratu Boko, Peninggalan dari Masa Mataram Kuno
