download
Decoration
mitos keraton ratu boko

Menguak Mitos Keraton Ratu Boko, Legenda atau Fakta Sejarah?

Seperti yang kita tahu, tempat bersejarah selalu kental dengan berbagai mitos yang beredar di masyarakat, tidak terkecuali Keraton Ratu Boko. Masih berkaitan dengan mitos Candi Prambanan, salah satu mitos Keraton Ratu Boko yang paling populer adalah, “Pasangan yang berkunjung ke situs ini akan putus.”

Selain itu, ada juga yang bilang bahwa Keraton Ratu Boko merupakan tempat tinggal Roro Jonggrang. Apakah ini cuma sekadar mitos atau fakta sejarah? Yuk, simak penjelasan selengkapnya dalam artikel di bawah ini.

Mitos Keraton Ratu Boko yang Beredar di Masyarakat

Sebagai situs sejarah yang sudah berusia lebih dari seribu tahun, Keraton Ratu Boko memiliki beberapa mitos yang sekaligus menjadi daya tarik para pengunjung. Adapun beberapa mitos yang paling sering didengar wisatawan maupun warga setempat antara lain:

1. Rumah Prabu Boko (Ayah Roro Jonggrang)

Situs Ratu Boko diyakini sebagai keraton milik Prabu Boko, ayah dari Roro Jonggrang, yang dikenal sebagai raksasa pemakan manusia. Sifatnya yang kejam tersebut menimbulkan keresahan dalam masyarakat. Hal ini mendorong penguasa di kerajaan lain mengirim putranya, Bandung Bondowoso, untuk mengalahkan Prabu Boko dalam pertempuran. Pertempuran tersebut terjadi selama sepuluh hari dan hasilnya Prabu Boko kalah.

Namun, kisah tersebut hanya sebatas legenda. Secara historis, Keraton Ratu Boko merupakan kompleks situs keagamaan yang berdasarkan Prasasti Abhayagiri, dibangun oleh Rakai Panangkaran.

Meski begitu, legenda Prabu Boko masih tetap menggema sampai saat ini dan justru menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin melihat seperti apa rumah Roro Jonggrang yang dikutuk menjadi batu oleh Bandung Bondowoso karena menolak cintanya.

2. Wanita yang Datang Sendiri Susah Mendapatkan Pasangan

Mitos yang tak kalah populer mengenai Keraton Ratu Boko adalah wanita yang belum menikah dan datang sendiri akan kesulitan menemukan jodohnya. Wah, apakah kamu pernah mendengar mitos ini atau bahkan meyakininya?

Tenang saja, datangnya jodoh tidak berkaitan dengan kunjunganmu ke Keraton Ratu Boko. Mitos ini muncul tidak lain karena adanya legenda kisah cinta tragis antara Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso.

3. Pasangan yang Berkunjung akan Putus

Tidak hanya bagi wanita yang belum menikah, mitos Keraton Ratu Boko lainnya juga menargetkan pasangan. Katanya, pasangan yang mengunjungi Keraton Ratu Boko akan putus setelahnya. Benarkah?

Nyatanya, testimoni dari beberapa orang yang telah berkunjung ke Keraton Ratu Boko membuktikan sebaliknya. Sejumlah pengunjung, melalui komentar di media sosial, menyampaikan bahwa hubungannya dengan pasangan baik-baik saja, bahkan sampai di pernikahan, seperti yang bisa kamu lihat di bawah ini:

Bahkan, banyak pasangan yang menjadikan Keraton Ratu Boko sebagai tempat prewedding, lho. Kalau kamu tertarik, Injourney Destination Management menawarkan paket Boko Prewedding yang bisa memudahkan pengalamanmu melukis memori sempurna bersama pasangan, mulai dari Rp150.000 dengan durasi 4 jam per sesi. 

4. Membasuh Wajah dengan Sumber Air di Ratu Boko akan Awet Muda

Keraton Ratu Boko memiliki sumur “abadi” yang dikenal sebagai Amerta Mantana yang artinya air suci yang diberi mantra. Karena dikenal sebagai air suci, beberapa masyarakat mengaitkannya dengan kemampuannya membuat awet muda. Namun, tentu saja, khasiat ini tidak memiliki dasar ilmiah sehingga dianggap sebagai salah satu mitos Keraton Ratu Boko.

Meski begitu, bukan berarti Keraton Ratu Boko nggak bisa bikin kamu awet muda, lho. Gimana, tuh? Menawarkan panorama alam yang indah, situs ini menjadi salah satu tempat healing di Jogja yang bisa kamu kunjungi kalau lagi stres atau sekadar ingin menyegarkan pikiran. Kalau stres beres, maka kamu berpotensi nggak cepat tua, bukan?

5. Keraton Ratu Boko adalah Istana Ratu Bilqis

Mitos yang satu ini cukup unik, ada yang mengatakan bahwa Keraton Ratu Boko merupakan istana Ratu Bilqis, ratu Kerajaan Saba di wilayah Yaman Kuno, yang kemudian dikenal sebagai istri Nabi Sulaiman. Padahal, berdasarkan timeline sejarah saja tidak berkaitan. 

Nabi Sulaiman atau yang dalam sejarah dikenal sebagai Raja Salomo meninggal sekitar abad 10 Sebelum Masehi, sedangkan Situs Ratu Boko baru dibangun setelah abad ke-8 Masehi. Pembangunan situs ini juga telah tertulis dalam salah satu prasasti Ratu Boko, Abhayagiri Wihara.

Selami Kisah Keraton Ratu Boko Lebih Dalam Bersama Guide Berpengalaman

Setiap struktur di Keraton Ratu Boko menyimpan kisah magis dari masa lalu yang bisa membuatmu terpesona saat mendengarnya. Tak sekadar berjalan melihat jejak-jejak peradaban masa lalu, kamu akan lebih bisa memaknai setiap langkah saat berkunjung dengan memahami setiap cerita di baliknya.

Untuk mendapatkannya, kamu bisa memesan Boko Guide sebelum berkunjung. Bersama Boko Guide, pendamping profesional di Keraton Ratu Boko, kamu akan diajak untuk menjelajahi jejak-jejak masa lalu, mulai dari gapura, paseban, pendopo, hingga makna di setiap relief batu.

Bila ingin memesan Boko Guide, kamu bisa menghubungi contact person kami di nomor +62816670504. So, nggak cuma dapat foto yang estetik kamu juga akan mendapatkan ilmu sejarah yang menarik dengan cara yang seru!

Amankan tiket Keraton Ratu Boko dari sekarang dengan cara memesan online melalui halaman tiket resmi Keraton Ratu Boko dari Injourney Destination Management. Yuk, menjelajahi jejak-jejak peradaban masa lalu dengan cara yang seru hanya di Keraton Ratu Boko. See you!