download
Decoration
bandung bondowoso membangun candi apa

Benarkah Bandung Bondowoso Membangun Candi Prambanan?

Kalau mendengar nama Bandung Bondowoso, mungkin yang langsung terlintas di benak kamu adalah kisah cintanya dengan Roro Jonggrang. Namun, tahukah kamu Bandung Bondowoso membangun candi apa dalam semalam?

Dalam legenda yang diwariskan dari generasi ke generasi, sang putri mengajukan syarat yang nyaris mustahil: Bandung Bondowoso harus membangun seribu candi sebelum fajar menyingsing. Dengan bantuan kekuatan gaib, pembangunan candi itu hampir saja berhasil, namun digagalkan oleh siasat dari Roro Jonggrang. Yuk, simak kisah selengkapnya melalui artikel di bawah ini.

Bandung Bondowoso Membangun Candi Apa?

Diceritakan bahwa Bandung Bondowoso adalah putra dari Prabu Damar Doyo penguasa Pengging yang jatuh cinta dengan Roro Jonggrang, putri Kerajaan Prambanan. Sayangnya, kisah percintaan ini tidak memiliki akhir yang bahagia. Dari sinilah, kisah pembangunan seribu candi yang diyakini sebagai cikal bakal Candi Prambanan dimulai.

Jika ditanya, Bandung Bondowoso membangun candi apa, maka legenda ini akan mengaitkannya dengan Candi Prambanan yang berlokasi di Sleman, Yogyakarta. Konon, candi tersebut dibangun dalam waktu satu malam sebagai persyaratan yang diberikan oleh Roro Jonggrang jika Bandung Bondowoso ingin menikahinya.

Bukan tanpa alasan, Roro Jonggrang mengajukan persyaratan yang hampir mustahil dilakukan tersebut dengan tujuan menolak lamaran Bandung Bondowoso. Kenapa Roro Jonggrang menolak Bandung Bondowoso? Singkat cerita, Bandung Bondowoso adalah pemuda yang telah mengalahkan dan menewaskan sang ayah, Prabu Boko, untuk merebut kekuasaan Kerajaan Prambanan.

Melalui sebuah siasat, akhirnya Roro Jonggrang berhasil menggagalkan usaha Bandung Bondowoso untuk menyelesaikan seribu candi dalam waktu satu malam. Dikisahkan, Bandung Bondowoso hanya bisa membangun 999 candi dan mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung untuk menggenapi seribu candi. Inilah akhir tragis dari kisah cinta Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang yang sampai saat ini masih populer.

Baca juga: Rekomendasi Tempat Bersejarah di Jogja yang Wajib Dikunjungi

Fakta Pembangunan Candi Prambanan

Selama berabad-abad, legenda mengenai Bandung Bondowoso membangun Candi Prambanan dalam waktu satu malam telah melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya Tanah Jawa. 

Bahkan, sebagian orang meyakini bahwa patung dewi yang berada di dalam Candi Siwa (salah satu candi trimurti di Candi Prambanan) merupakan perwujudan dari Roro Jonggrang yang dikutuk oleh Bandung Bondowoso.

Lantas, benarkah Candi Prambanan dibangun oleh Bandung Bondowoso? Legenda tersebut memang menjadi daya tarik tersendiri bagi candi Hindu terbesar di Indonesia ini. Namun, kisah tersebut merupakan bagian dari legenda, bukan catatan sejarah mengenai pembangunan Candi Prambanan.

Faktanya, Candi Prambanan dibangun di pertengahan abad ke-9 oleh Raja Rakai PIkatan dari Kerajaan Medang Mataram. Hal ini didasarkan pada prasasti Siwagrha yang menuliskan tentang pembangunan kelompok candi agung yang dipersembahkan untuk Dewa Siwa yang cirinya sangat cocok dengan Candi Prambanan.

Dalam prasasti Siwagrha tertulis candrasengkala “Wwalung gunung sang wiku” yang bermakna 778 saka (856 Masehi). Pembangunan Candi Prambanan disebut sebagai simbol kebangkitan agama Hindu di Jawa Tengah yang sebelumnya didominasi oleh Buddha.   

Baca juga: Ungkap Mitos Candi Prambanan, Benarkah Pasangan Bisa Putus?  

Menghidupkan Legenda dalam Pertunjukan “Sandyakala Bandung Bondosowo”

Legenda Bandung Bondowoso dan Roro Jonggrang memang tidak dapat dipisahkan dari kisah Candi Prambanan maupun Keraton Ratu Boko. Meski bukan merupakan catatan sejarah mengenai pembangunan candi, cerita yang telah diwariskan dari generasi ke generasi ini tetap hidup sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat Jawa.

Kini, kisah tersebut kembali dihidupkan melalui pertunjukan Sandyakala Bandung Bondowoso”. Berlatarkan gapura utama Keraton Ratu Boko, pertunjukan ini mengajak kamu menyaksikan kembali perjalanan Bandung Bondowoso, mulai dari keberaniannya dalam pertempuran hingga kisah cintanya yang berakhir tragis bersama Roro Jonggrang.

Di tengah siluet kemegahan gapura dan langit senja Yogyakarta, legenda yang selama ini hanya hidup dalam tutur kembali menemukan wujudnya. Bukan sekadar kisah tentang cinta dan kutukan, pertunjukan ini juga menghadirkan keberanian, kekuatan, serta ambisi Bandung Bondowoso yang membawanya pada takdir yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Kamu bisa menyaksikan sendiri bagaimana legenda tersebut dihidupkan kembali melalui pertunjukan Sandyakala Bandung Bondowoso pada 5 September 2026 mulai pukul 16.30 WIB. Pertunjukan ini dapat disaksikan secara gratis bagi pengunjung dengan tiket masuk.

Yuk, rasakan pengalaman menikmati kisah masa lalu yang berpadu dengan pesona senja di Keraton Ratu Boko. Beli tiket secara online melalui laman tiket resmi yang disediakan oleh Injourney Destination Management sekarang juga!

Baca juga: Isi Prasasti Ratu Boko, Peninggalan dari Masa Mataram Kuno